Rabu, 30 Okt 2019 15:08 WIB

2 Satelit Disiapkan Agar Internet Indonesia Ngebut

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: @copernicusEU Ilustrasi. Foto: @copernicusEU
Jakarta - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menyiapkan peta jalan terkait satelit untuk memeratakan akses internet di Indonesia. Dua satelit tambahan rencananya akan diluncurkan.

Sejauh ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Bakti menyiapkan satelit pemerintah yang bernama Satria. Adapun pengadaan satelit ini dilakukan lewat lelang yang dimenangkan oleh Konsorsium PSN.

Direktur Utama Bakti Anang Latief menyebutkan pihaknya telah membahas rencana penambahan satelit ini dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) baru Johnny G Plate.


"Sudah (membahas dengan Johnny G Plate), cuma persoalannya bahwa kita harus bicara masalah itu ya soal pembiayaannya karena harus persetujuan dari Kementerian Keuangan," kata Anang.

Anang mengatakan Bakti masih mempertimbangkan apakah pengadaan satelit tambahan menggunakan skema yang sama dengan sebelumnya, yakni Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Roadmap (terkait pengadaan hingga peluncuran satelit) sudah ada, kita buat termasuk penambahan satelit ini. Cuma dengan syarat ini bisa terjadi rebalancing proses penambahan dana negara untuk di Bakti," sambungnya.

Penambahan satelit mesti dilakukan, kata Bakti, karena kapasitas untuk Indonesia masih kurang kalau hanya didukung satu unit satelit saja. Dengan tiga satelit, maka akses internet tak hanya merata, tapi juga bisa ngebut.

"Satria ini kapasitas totalnya mencapai 150 Giga. Rencana yang (satelit) kedua itu 200 Giga, dan ketiga 500 Giga," ucapnya.

"(Dengan penambahan satelit ini) tidak ada perubahan soal jumlah titiknya yang menyasar 150 ribu titik, tapi untuk menambah kapasitas yang akan dilayani. Misalnya satu sekolah itu kapasitasnya 10 Mbps, nanti dengan tiga satelit bisa 30 Mbps. Ke depan aplikasi membutuhkan bandwidth yang besar," pungkas dia.



Simak Video "Jatuh dari Langit, 'Satelit' Samsung Mendarat di Permukiman Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)