Indosat Dukung Kontribusi USO 1 Persen
- detikInet
Jakarta -
Indosat menyatakan tidak keberatan jika pemerintah menaikkan kontribusi USO dari operator seluler menjadi 1 persen, dari semula 0,75 persen. Indosat berharap, pihaknya diikutkan dalam tender USO tahun 2006."Dari segi bisnis mungkin berat. Tapi jika dipikir-pikir, pemerintah mungkin menilai kontribusi 0,75 persen itu masih kecil, jadi sulit mencapai target," kata Hasnul Suhaemi, Direktur Utama PT Indosat, saat dihubungi detikinet, Selasa (18/10/2005). "Jadi kalau memang dinaikkan jadi 1 persen ya... tidak apa-apa. Dengan catatan kita akan ikut tender dalam USO tahun depan," imbuhnya.Indosat, seperti disampaikan Hasnul, ingin agar pemerintah mengikutkan perusahaan dalam tender pengadaan fasilitas telekomunikasi di daerah terpencil. Universal Service Obligation (USO) merupakan program pemerintah untuk meningkatkan teledensitas telepon di Indonesia. Tahun 2006, pemerintah akan menggelar kembali USO dengan target 10.000 desa. Selain dari APBN, pemerintah akan mencari pembiayaan USO dari kontribusi operator seluler."Kita ingin membangun fasilitas telekomunikasi di daerah remote. Selain itu kita ingin agar dana yang kita serahkan ke pemerintah, ikut kita berdayakan untuk kepentingan masyarakat," papar Hasnul.Hasnul menjamin, jika kontribusinya memang dinaikkan, hal itu tidak akan berimbas ke konsumen. "Kalau iklimnya masih monopoli mungkin bisa saja menaikkan tarif seenaknya. Tapi mengingat bisnis seluler sudah kompetitif, jadi kita tidak mungkin membebankannya ke konsumen dalam bentuk kenaikan tarif," Hasnul menegaskan.Hal serupa juga disampaikan Saiful Rizal, SVP Product Development Corporate and Marketing, PT Indosat. "Kalau memang akan dinaikkan, dan operator sudah menjalankan kewajibannya, pemerintah juga harus bekerja keras untuk mencapai target USO," ungkap Saiful.Indosat juga berpendapat, teknologi untuk USO harus yang paling murah, seperti Voice over Internet Protocol (VoIP). Menurutnya, dengan teknologi tersebut, baik suara dan data tetap bisa tersalurkan.
(ketepi/)