Jumlah Menit SLI Telkom Capai 65 Juta Menit
- detikInet
Jakarta -
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mengalami peningkatan jumlah menit outgoing sambungan langsung internasional (SLI), hingga mencapai 65 juta menit pada semester pertama 2005. Telkom juga akan mengembangkan kerjasama lainnya untuk meningkatkan bisnis SLI.Saat ini Telkom menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Telecom Italy Sparkle (TIS). Dengan kerjasama itu, Telkom berniat membuka jalur kerjasama untuk sambungan langsung Internasional ke Eropa."Telkom merupakan partner pertama TIS di Asia," kata Arwin Rasyid, Direktur Utama Telkom saat penandatanganan kerjasama di Jakarta, Jumat (23/9/2005). "Nantinya MoU itu mencakup bidang layanan hubungan suara serta data dan suara lewat IP (VoIP) dan trasfer teknologi," imbuhnya. Baru-baru ini kedua perusahaan telekomunikasi itu telah menyelesaikan proses interkoneksi untuk trafik suara internasional.Arwin menjelaskan, volume lalu lintas suara ke Eropa saat ini sebesar 10 persen dari seluruh panggilan SLI Telkom. Sementara untuk ke Italia, besarannya mencapai 10 persen dari lalu lintas ke Eropa atau 1 persen dari total panggilan SLI. Sedangkan untuk Asia masih dibawah 10 persen. Secara keseluruhan, Telkom mengalami peningkatan jumlah menit SLI menjadi 65 juta pada semester pertama 2005, dari 57,8 juta pada semester kedua 2004."Telkom ingin menjalin kerjasama dengan berbagai operator di berbagai negara, supaya nantinya kalau ada peluang lebih besar, lebih mudah untuk diimplementasikan," kata Arwin.Dalam kerjasamanya dengan TIS, TIS akan menyediakan konektivitas global IT untuk Telkom yang mana bagiannya akan ditingkatkan untuk layanan internasional seperti IP VPN dan frame relay. TIS juga akan menyediakan dukungan untuk pertumbuhan dan pengembangan teknologi Telkom. TIS memiliki best practice seperti pada Operasional Support System dan Business Support System (OSS dan BSs), aplikasi broadband dan konten multimedia."Kerja sama ini membuka peluang bagi Telkom untuk jadi hub semua koneksi TIS ke Asia Tenggara," kata Arwin.Stefano Mazzitelli, CEO TIS mengatakan, kerjasama ini adalah langkah fundamental untuk menyediakan layanan TIS ke Asia. Sebelumnya, Telkom juga sudah bekerjasama dengan operator penting di Gambia dan Telefonica di Italia. "Padahal dulu kita cuma sama SingTel saja. Hal ini jadi kesempatan baik bagi kita karena Telkom merupakan pemain baru di SLI sejak Juni 2004," papar Arwin. "Ke depannya, banyak variasi-variasi kerjasama dalam MoU ini untuk mengembangkan bisnis SLI."Ketika ditanya tentang pendapatan dan target pendapatan, Arwin mengatakan masih terlalu dini untuk menargetkan. "Ke Eropa saja trafiknya cuma sepuluh persen dan ke Italia paling cuma 1 persen, tapi ke depannya kita buka peluang untuk kerja sama yang lebih tinggi lagi," paparnya.
(ketepi/)