Hotspot Capai 200 Ribu pada Tahun 2009
- detikInet
Jakarta -
Jumlah lokasi hotspot diprediksi bertambah dua kali lipat dalam empat tahun mendatang, dari sebesar 100 ribu tempat saat ini. Hal ini otomatis meningkatkanpendapatan penyedia jaringan hingga tiga kali lipat.Hal tersebut terungkap dalam laporan yang dikeluarkan In-Stat, seperti dikutip detikinet dari CnetNews.com, Jumat (23/9/2005).Perusahaan peneliti pasar tersebut mengatakan, pendapatan dari layanan ini akan meningkat hingga US$ 3,46 miliar (US$ = Rp 10.200 Sumber :detik.com) pada tahun 2009, naik dari yang diharapkan pada tahun 2005 sebesar US$ 969 juta.Hal itu didorong karena laju pertumbuhan jumlah hotspot. Meski begitu, pertumbuhan ini, akan turun dalam waktu dekat. Menurut In-Stat, hal itu kemungkinan terjadi pada awal tahun 2006, seiring dengan kondisi pasar yang sudah mulai matang.Tidak hanya itu, harga koneksinya juga diperkirakan menurun, karena biaya per pakainya juga menurun, pelanggan yang makin banyak dan makin banyaknya hotspot gratis. Menurut In-Stat, pertumbuhan terbesar akan terjadi di kafe, restoran cepat saji, dan rumah makan. Pertumbuhannya akan mencapai 2,5 kali, dari 40.000 hotspot menjadi 100.000 hotspot pada tahun 2009, ungkap In-Stat."Hotspot-hotspot yang akan bermunculan di kafe atau restoran ini akan terjadi di tempat-tempat kenamaan seperti di Starbucks, McDonalds dan Panera Bread," kata Amy Cravens, analis In-Stat.Sekitar sebulan lalu, Intel dibantu IBM, Dell dan Cisco, menggelar program Digital Communities untuk menyediakan jaringan nirkabel di 13 kota di Amerika.Kota-kota yang mengikuti program ini, diharapkan bisa memiliki infrastruktur wireless broadband yang memungkinkan masyarakat dapat terkoneksi dengan lebih baik.
(ien/)