Sabtu, 16 Mar 2019 21:50 WIB

Soal Konsolidasi, BRTI Kembalikan ke Operator

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi BTS. Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi BTS. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini diketahui terus mendorong agar para operator telekomunikasi di Tanah Air saling melakukan konsolidasi. Menteri Kominfo Rudiantara sampai menyebut konsolidasi sebagai suatu keharusan.

Walau demikian, pemerintah tetap mengembalikan hal tersebut ke operator atau induk perusahaannya. Itu disampaikan oleh Ismail, Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sekaligus Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI).

"Isu konsolidasi itu adalah isunya owner jadi para shareholder inilah yang akan menentukan ingin konsolidasi atau tidak. Jadi kita hanya diskusi di sisi technical, maksudnya aturan-aturan teknisnya tapi keputusan terjadinya konsolidasi tetep dipegang owner," ujarnya ketika ditemui detikINET dalam sebuah kesempatan.


Terkait dengan hal ini, ia menyebut sejumlah pemilik sudah memiliki pemikiran yang sejalan. Hal tersebut terkait dengan kelanjutan dari perusahaan telekomunikasi miliknya itu bisa berjalan baik.

Selain itu, ia menyebut bahwa mereka secara garis besar sama-sama ingin industri telekomunikasi di Indonesia itu sehat sehingga infrastruktur telekomunikasi Tanah Air bisa terus tumbuh dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut didapatnya dari tiga pelaku usaha di industri telekomunikasi Indonesia yang sudah ditemuinya, yakni Indosat, Telkom, dan Tri.

Saya sudah sampaikan kepada teman-teman (operator), industri telekomunikasi ini beda dengan jalan, jembatan, airport, itu kan pemerintah mengeluarkan APBN untuk membangun itu. Ini kan pembangunan infrastructure-nya dilakukan oleh para pelaku usaha sendiri, makanya kesehatan perusahaan telekomunikasi ini sangat penting karena mereka bisa invest terus untuk membangun infrastruktur," kata Ismail.

Ia menambahkan, UU dan PP yang dibutuhkan terkait konsolidasi sudah ada sehingga kegiatan tersebut sejatinya dapat dilakukan saat ini. Walau demikian, Ismail mengatakan pihaknya tengah menyiapkan peraturan turunan semisal Peraturan Menteri (Permen), agar prediksi mengenai hitung-hitungan dari kegiatan konsolidasi dapat disiapkan lebih baik.

"Targetnya Semester I ini selesai," pungkasnya. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed