Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kabel Laut Jadi 'Mikrofon Raksasa' Deteksi Tsunami hingga Suara Paus

Kabel Laut Jadi 'Mikrofon Raksasa' Deteksi Tsunami hingga Suara Paus


Rachmatunnisa - detikInet

Kabel Bawah Laut: Titik Lemah Dunia Digital
Foto: DW (News)
Jakarta -

Sebanyak 99% lalu lintas internet dunia mengalir melalui kabel serat optik bawah laut. Jaringan yang membentang lebih dari 1,7 juta kilometer di dasar samudra ini selama ini dikenal sebagai tulang punggung komunikasi global.

Kini, para ilmuwan menemukan bahwa kabel laut tersebut ternyata juga berpotensi untuk menjadi 'mikrofon raksasa' untuk mendeteksi gempa bumi, tsunami, bahkan suara paus.

Teknologi yang memungkinkan hal ini disebut Distributed Acoustic Sensing (DAS). Dengan mengirimkan pulsa laser melalui serat optik, peneliti dapat membaca perubahan sangat kecil pada pantulan cahaya akibat getaran di sekitar kabel. Getaran itu bisa berasal dari pergeseran lempeng Bumi, tekanan gelombang tsunami, hingga pergerakan makhluk laut besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena kabel berada langsung di dasar laut, dekat dengan sumber gempa bawah laut, sistem ini berpotensi memberikan peringatan lebih cepat dibanding sensor yang hanya berada di daratan. Tambahan waktu beberapa menit saja bisa sangat krusial untuk sistem peringatan dini tsunami.

Dikutip dari Ecocitias, inisiatif global SMART subsea cables (Science Monitoring And Reliable Telecommunications), yang didukung badan internasional seperti UNESCO dan ITU, mendorong agar kabel komunikasi baru dilengkapi sensor ilmiah.

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, pembangunan infrastruktur internet juga sekaligus menjadi observatorium laut dalam permanen yang memantau tekanan, suhu, dan aktivitas seismik yang terjadi.

Tak hanya untuk mitigasi bencana, kabel ini juga bisa membantu konservasi laut. Getaran yang ditangkap mampu merekam suara paus dan mamalia laut lain, membuka peluang baru untuk memantau kehidupan di kedalaman samudra yang selama ini sulit dijangkau.

Meski masih ada tantangan biaya dan koordinasi antara industri telekomunikasi serta komunitas ilmiah, potensi pemanfaatannya sangat besar. Infrastruktur internet global bisa berubah menjadi sistem pemantauan Bumi berskala raksasa yang diam-diam 'mendengarkan' aktivitas planet dari dasar laut.




(rns/rns)






Hide Ads