Intel Bawa WiMax ke Kawasan Bencana Katrina
- detikInet
Jakarta -
Setelah memasok perangkat pre-WiMax untuk kawasan korban tsunami di Aceh, Intel berencana memasukkan teknologi WiMax ke kawasan evakuasi dan kawasan lain di Gulf Coast Amerika Serikat (AS) yang terimbas topan Katrina.Teknologi yang disebut WiMax tersebut, akan diterjunkan ke kawasan yang mengalami kehancuran infrastruktur atau kawasan lain yang sama sekali belum tersentuh sebelumnya. Teknologi tersebut akan dipakai untuk layanan telepon internet dan pertukaran informasi.Intel Corp. telah mengirim perangkat yang diperalatan yang diperlukan Kamis (8/9/2005), dan diharapkan tiba Jumat (9/9/2005). Perangkat dikirim ke Pangkalan Angkatan Udara Kelly San Antonio. Pangkalan tersebut menjadi penampungan ribuan pengungsi korban topan Katrina. Kelompok penyedia internet nirkabel bernama Part-15.org, bekerjasama dengan Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) dan Agen Pangaturan Keadaan Darurat Federal (Federal Emergency Management Agency/FEMA), guna menyebarkan hotspot Wi-Fi di tempat pengungsian dan wilayah yang terkena imbas Katrina.Nigel Ballard, manager state and local government unit Intel mengatakan, perangkat WiMax ini dihadirkan guna memberikan solusi nirkabel untuk mendapatkan sinyal di dalam dan di luar pangkalan Angkatan Udara.Perangkat WiMax tersebut diklaim bisa memfasilitasi sinyal sekitar 15 mil. Sedangkan jumlah bandwidth yang disediakan sekitar 45 megabit per detik, upstream dan downstream -- 30 kali lebih cepat dari standar koneksi Digital Subscriber Line (DSL) yang hanya 1,5 megabit per detik.WiMax yang merupakan kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, disebut-sebut sebagai alternatif kabel modem dan layanan DSL yang ditawarkan perusahaan kabel dan telepon. WiMax juga disebut-sebut sebagai infrastruktur yang tepat untuk meningkatkan penetrasi internet.Seperti halnya di Indonesia, penyelenggaraan WiMax di Amerika Serikat (AS) harus tertunda karena masalah spektrum. Pita frekuensi 3,5 GHz sudah dipakai untuk kegiatan militer di AS. Akibatnya, tidak ada perangkat WiMax yang dinyatakan memenuhi standar WiMax yang ditetapkan tahun lalu.Namun untuk kawasan bencana, izin frekuensi tidak jadi masalah, kata Ballard. FCC memberi lisensi penggunaan spektrum untuk kondisi darurat.
(ketepi/)