Kronologi Bolt Tutup, Diawali dari Tunggakan BHP Frekuensi - Halaman 3

Kronologi Bolt Tutup, Diawali dari Tunggakan BHP Frekuensi

Kris Fathoni W - detikInet
Sabtu, 29 Des 2018 09:35 WIB
Kronologi Bolt Tutup, Diawali dari Tunggakan BHP Frekuensi
Setelah penggunaan pita frekuensinya dihentikan Kominfo, layanan Bolt resmi ditutup. Foto: dok. detikINET

- 21 November 2018

PT Internux (Bolt) menegaskan pihaknya tetap melayani para pelanggan, di saat perusahaan tengah mencari penyelesaian dengan Kominfo terkait pembayaran BHP frekuensi.

Sehubungan dengan itu Bolt tidak menerima pembelian baru dari pelanggan Bolt, baik isi ulang (top up) maupun paket berlangganan, sampai mendapatkan arahan dan persetujuan dari Kominfo.


- 27 November 2018

Plt Kepala Biro Kominfo Ferdinandus Setu mengungkap skema pembayaran cicilan dalam proposal perdamaian dari PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt). Mereka akan membayar tunggakan dan denda BHP frekuensi dengan mencicil lima kali dimulai dari bulan Desember.


- 20 Desember 2018

Menkominfo Rudiantara menyatakan wewenang terkait tawaran skema cicilan dari PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) berada di Kementerian Keuangan, bukan pihaknya.

Selama proses pengkajian pembayaran utang PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) terus berjalan, Kominfo juga memastikan bahwa frekuensi 2,3 GHz yang digunakan keduanya sudah tidak dapat dipakai lagi. Ia menegaskan bahwa kedua perusahaan itu harus memenuhi kewajiban ke pelanggan.


- 28 Desember 2018

Menjelang pergantian tahun, Kominfo resmi mengumumkan penghentian layanan PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) pada penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz. Seluruh layanan Bolt dihentikan pada hari ini.

"Kedua operator telekomunikasi itu secara resmi tidak lagi dapat menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk layanan telekomunikasi," ujar Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail.

Bolt juga sudah memberi konfirmasi seputar hal itu, sekaligus berpamitan ke pelanggan. Pengumuman dilakukan pionir penyedia layanan 4G LTE tersebut lewat situs resminya, sekaligus menjamin tetap berupaya maksimal dalam memenuhi kewajiban ke pelanggan Bolt.

Pihak Bolt turut menyebut bahwa proses pengajuan pengembalian (refund) akan berlangsung selama sebulan. Setelah Bolt tutup, proses refund dimulai pada 31 Desember 2018 dan berakhir 31 Januari 2019.

Baca juga: Bye Bye Bolt...



(krs/mon) (krs/mon)