Rabu, 25 Jul 2018 23:05 WIB

Indonesia Menuju Merdeka Sinyal Seluler di 2020

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Rachman Haryanto/detikcom Ilustrasi. Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Pemerintah menargetkan untuk memeratakan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah pelosok sekalipun. Ditargetkan pada 2020 nanti, Indonesia bisa merdeka sinyal.

Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sebagai bagian Kementerian Komunikasi dan Informatika, memiliki peran dalam membangun prasarana telekomunikasi di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T).


Direktur Utama BAKTI Anang Latif, mengungkapkan pihaknya telah membangun membangun 855 base transceiver station (BTS) di daerah pelosok selama dua tahun terakhir.

"Kalau berdasarkan target RPJMN itu harus bangun 400 BTS per tahun, tapi itu dinilai masih terlalu jauh. Sampai akhir tahun ini 2.000 BTS, sedangkan sisanya tahun berikutnya. Jadi, 5.000 BTS itu untuk tahun 2018 dan 2019," tutur Anang di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Penyediaan BTS itu berasal dari dana universal service obligation (USO). Sebagai informasi, dana USO bersumber itu dari pungutan 1,25% dari pendapatan operator telekomunikasi yang kemudian dikelola oleh BAKTI.

Indonesia Menuju Merdeka Sinyal Seluler di 2020Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Anang menyebutkan 5.000 BTS USO itu nantinya akan dibagi kepada para operator seluler. Agar adil, kata Anang, pembagian BTS tersebut akan dibagi sesuai dengan kontribusi operator yang bersangkutan terhadap dana USO.

"Prinsipnya karena BAKTI bukan operator, pembagiannya akan berdasarkan presentase dari kontribusi operator. Katakanlah, dari Rp 10 Telkomsel menyumbang Rp 5 nantinya dia mendapatkan 50% kuota. Indosat Ooredoo Rp 3 dari Rp 10 mendapatkan jatah 30%," tuturnya.



Dengan demikian, apabila BTS tersebut sudah terpasang, BAKTI optimis bahwa seluruh masyarakat Indonesia yang ada di area 3T dapat menikmati sinyal telekomunikasi seperti yang sudah dirasakan oleh daerah lainnya.

"Semua desa sudah menerima sinyal," kata Anang dengan optimis.



Tonton juga video: 'Mahal Atau Murah Internet Seluler di Indonesia ?'

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed