Dicari: Jurnalis Modal Ponsel
- detikInet
Jakarta -
Siapa mau jadi jurnalis? Sekarang siapapun bisa menjadi jurnalis dengan bermodalkan ponsel berkamera. Beberapa stasiun TV pun mulai mencari calon 'mat ponsel'.Cukup berbekal ponsel berkamera--selain berada pada waktu yang tepat di tempat yang tepat--siapapun bisa menjadi jurnalis televisi. Setidaknya itu yang diharapkan divisi pemberitaan stasiun televisi WABC. Sejak pekan lalu stasiun afiliasi jaringan ABC untuk wilayah New York itu mulai meminta gambar ponsel dari masyarakat yang menjadi saksi mata kejadian tertentu. Permintaan ini dibuat oleh pemilik statiun TV tersebut pada websitenya 7online.com."Hal ini membuat penonton kami jadi saksi mata sungguhan," ujar Kenny Plotni, wakil presiden dan direktur berita WABC. Kenny mengatakan dirinya mengandalkan berita foto yang diambil dari ponsel pada berita bom bawah tanah di London dan area korban topan Dennis.WABC mengingatkan agar masyarakat agar tidak membahayakan diri untuk mendapatkan gambar yang baik. Selain itu, WABC juga mengingatkan adanya biaya yang dikenakan untuk pengiriman data. "Apalagi file yang besar mungkin akan mempunyai masalah dalam tranmisi data," ujar Plotnik.Plotnik mengatakan stasiun TV ini akan jeli dan awas terhadap tipuan. "Kami akan membuat penilaian berita pada setiap foto yang dikirimkan, sama tajamnya seperti kami menilai berita lainnya di acara berita kami," katanya.Serangan bom pada sistem bawah tanah di London merupakan contoh baik pemanfaatan 'mat ponsel'. Kejadian itu merupakan berita pada lokasi yang tidak diduga dan tidak terjangkau. Gambar-gambar awal kejadian datang dari 'mat ponsel', yaitu jurnalis dadakan pengguna ponsel berkamera. Robert J. Thompson, profesor bidang Media dan Popular Culture dari Syracuse University, mengatakan gambar yang ekslusif didapatkan dari pengguna teknologi yang kebetulan berada di sana. Hal itu lebih ideal daripada meminta keterangan saksi mata kejadian. "Saksi mata seringkali tidak mampu menjelaskannya dengan baik, dan meskipun mereka dapat menerangkan yang terjadi dan mempunyai pengamatan yang kuat, hal terbaik yang mampu mereka lakukan adalah menceritakannya," tutur Thompson.WABC berharap penyiaran kontribusi masyarakat akan membantu dalam persaingan antar stasiun televisi. "Ini merupakan cara memiliki konten yang orang lain tak mungkin dapatkan," ujar Thompson.
(wicak/)