Selasa, 27 Mar 2018 15:05 WIB

'WhatsApp' Lokal Dijajakan di Pulau Terluar

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menkominfo Rudiantara saat kunjungan kerja di Kepulauan Anambas & Natuna (Foto: Agus Tri Haryanto/inet) Menkominfo Rudiantara saat kunjungan kerja di Kepulauan Anambas & Natuna (Foto: Agus Tri Haryanto/inet)
Natuna - Layanan pesan instan berbasis internet, seperti WhatsApp, bak sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk berkomunikasi. Padahal selain WhatsApp, ada juga aplikasi serupa buatan lokal yang bisa dimanfaatkan.

Hal inilah yang mengusik relung hati Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat kunjungan kerja di pulau terluar Indonesia, yakni Kepulauan Anambas dan Natuna.

"Tapi sekali-kali jangan pakai WA (WhatsApp), itu buatan asing. (Lebih baik) pakai messenger system buatan Indonesia. Saya saja pakai, masa bapak enggak," ujar menkominfo.

Dikatakan Menteri yang disapa Chief RA ini, baiknya kita memanfaatkan layanan pesan instan buatan lokal sebagai bentuk apresiasi dan keberpihakan kepada karya anak bangsa.

"Memang belum seluwes WA, buatan Indonesia belum, tapi kapan lagi kita dorong. Teman-teman media kalau mereka (kirim pesan melalui) WA, saya enggak jawab tapi kalau mereka pakai messenger Indonesia, saya jawab," tuturnya.

Upaya yang dilakukan Menkominfo untuk mengajak orang-orang menggunakan 'WhatsApp' lokal, bukan sekali dua kali saja. Ia sering mengkampanyekan pesan instan 'made in Indonesia' seperti Pesan Kita, Catfiz Messenger, hingga iMes.

Sementara itu, ajakan Rudiantara ini juga sebagai jawaban dari keluhan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris. Disampaikan Abdul kepada Rudiantara, warga di Anambas sering kesulitan mengirimkan pesan di WhatsApp, lantaran akses internet di wilayah ini masih belum merata.

Selain itu, Abdul juga berharap kehadiran internet cepat bukan hanya saat ada Menkominfo ke Anambas semata. Dia berkelakar kalau sinyal 4G di Anambas jangan dibawa pulang Menkominfo usai kunjungan kerjanya.

"Kami harap jaringan (internet cepat) ini tidak dibawa pulang," ungkap Abdul, seraya menyindir operator untuk tetap menjaga performa kualitas jaringan pasca Menkominfo meninggalkan pulau terluar tersebut. (agt/ash)