BERITA TERBARU
Minggu, 18 Mar 2018 16:34 WIB

Sumbawa Masih Kekurangan Akses Internet

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
(ki-ka) Mahmud Abdullah (Wakil Bupati Sumbawa), Rudiantara, dan M. Syafrudin (Anggota Komisi I DPR), saat berada di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharudin III, Kabupaten Sumbawa, NTB. Foto: detikINET/ Muhamad Imron Rosyadi (ki-ka) Mahmud Abdullah (Wakil Bupati Sumbawa), Rudiantara, dan M. Syafrudin (Anggota Komisi I DPR), saat berada di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharudin III, Kabupaten Sumbawa, NTB. Foto: detikINET/ Muhamad Imron Rosyadi
Sumbawa - Kunjungan Rudiantara ke Kabupaten Sumbawa dimanfaatkan oleh sang Wakil Bupati untuk menyuarakan masalah daerahnya yang minim koneksi internet.

Wakil Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, mengatakan bahwa daerah yang dipimpinnya masih kekurangan akses internet. Selain itu, ia juga merasa Sumbawa cukup tertinggal jika dibandingkan dengan kawasan seperti Lombok, Bali, hingga Pulau Jawa.

"Saya harap kekurangan akses internet di Sumbawa dapat menjadi perhatian utama Bapak Menteri," ujarnya kepada Rudiantara yang memimpin Kementerian Kominfo saat mengunjungi Sumbawa dalam meresmikan layanan internet di dua desa, yaitu Uma Beringin dan Tolo' Oi.


Mahmud menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Sumbawa memiliki 67 unit penyedia akses internet nirkabel WiFi di bawah program Universal Service Obligation (USO) canangan Kominfo. Seluruh perangkat tersebut tersebar di sejumlah tempat pelayanan publik.

Menurutnya, angka tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan daerahnya yang mencapai 222 unit. Target pemasangannya pun masih sama, yaitu di unit pelayanan dasar seperti Kantor Kepala Desa, Puskesmas, dan instansi pendidikan.

Bagi Mahmud, hadirnya internet sangat penting dalam membantu pengelolaan birokrasi serta pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari. "Kehadiran Kominfo dan juga operator seluler dapat memajukan segmen digital di 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa," ujarnya.

Ia menambahkan, akses internet juga bisa membantu masyarakat untuk membuka peluang baru dalam memajukan berbagai bidang kebutuhan yang vital sekalugus meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Mahmud mengambil contoh pada daerah Uma Beringin dan Tolo' Oi yang masing-masing memiliki potensi di penjualan oleh-oleh dan ekspor di sektor pertanian.


Sementara itu, Rudiantara mengatakan bahwa Kementerian Kominfo sudah memiliki rencana bagi keseluruhan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). "Sampai saat ini, di kawasan NTB sudah ada 180 BTS yang dibangun, dengan 28 diantaranya dieksekusi oleh Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika)," ujarnya.

Ia menambahkan jumlah menara BTS (Base Transceiver Station) di NTB terus bertambah sepanjang 2018. Pria yang kerap disapa Chief RA ini menargetkan hingga 78 menara BTS baru yang akan dibangun sampai akhir tahun nanti. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed