Sabtu, 10 Mar 2018 19:06 WIB

Menkominfo: Registrasi Mengungkap Jumlah Pelanggan Sebenarnya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Terhitung saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan sudah ada 339 juta kartu SIM prabayar yang melakukan registrasi ulang. Meski demikian, angka tersebut bisa menurun saat melewati pemblokiran layanan telekomunikasi total pada 30 April nanti.

Menkominfo Rudiantara menuturkan, saat ini sedang terjadi pemblokiran layanan telekomunikasi secara bertahap, mulai dari layanan telepon dan SMS keluar dari 1 Maret sampai 31 Maret. Kemudian berlanjut, 1 April sampai 30 April untuk pemblokiran telepon dan SMS masuk, dilanjutkan pemblokiran akses internet.

"Angka yang beredar 300 juta lebih nanti akan ada pembersihan, angka tepatnya berapa. Saya nggak mengatakan melebihi target atau di bawah target. Justru, dengan registrasi prabayar kita jadi tahu pelanggan sebenarnya," ucap Rudiantara di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Maksud dari pembersihan yang dikatakan Rudiantara, merujuk pada digunakannya satu NIK dan nomor KK untuk ribuan nomor. Menurutnya hal itu tidak mungkin.

Dikatakannya juga, semenjak kartu SIM yang teregistrasi mencapai 200 juta, Menkominfo tidak pernah kembali mengatakan jumlah lebih dari angka tersebut. "Kan saya sejak 200 juta, saya nggak pernah ngomong lagi kan? Coba cek," sebutnya.

Selama ini jumlah pelanggan riil operator seluler selalu berdasarkan 'katanya' saja, sebut Rudiantara. Sehingga, ungkap pria yang akrab disapa Chief RA ini, pada awal Mei nanti bisa terungkap berapa sesungguhnya pelanggan prabayar ini.

"Justru nanti benarnya (pelanggan riil seluler prabayar) ini nanti pada bulai Mei, nanti jumlahnya berapa," tukasnya. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed