Antisipasi Konten Pornografi
Konten Ponsel Bakal Kena Rating!
- detikInet
Jakarta -
Maraknya minat industri hiburan 'khusus dewasa' untuk berbisnis di dunia ponsel memancing reaksi industri ponsel. Sebuah sistem rating pun digodok.Standardisasi penilaian isi informasi serta sistem penyaringannya, mulai digodok oleh Cellular Telecommunications & Internet Association (CTIA). Standardisasi ini sejatinya akan diaplikasikan untuk semua jenis informasi yang ditawarkan pada jaringan nirkabel, termasuk layanan musik. Langkah ini diambil karena meledaknya animo industri hiburan 'khusus dewasa' dalam menyediakan layanan lewat medium seluler. Nama-nama seperti Playboy, Hustler, Wicked Wireless, Brickhouse Mobile, hingga bintang film 'dewasa' Jenna Jameson dan Ron Jeremy, telah menyatakan kesiapan mereka memasuki industri nirkabel.Salah satu hal yang disinyalir memicu booming itu adalah langkah Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan akan 'membersihkan' frekuensi-frekuensi siaran televisi dan radio. Padahal selama ini bisnis 'khusus dewasa' cukup banyak dilakukan lewat media siar seperti itu.Di lain pihak, Federal Communication Commission (FCC) ternyata tidak ingin hal yang sama terjadi di area komunikasi seluler. FCC adalah pengawas alur pendistribusian spektrum frekuensi operator seluler dan nirkabel di Amerika Serikat. Kesempatan BisnisPihak operator nirkabel dan perusahaan rekaman melihat sistem ini sebagai suatu kesempatan bisnis. Kesempatan yang akan memperluas jenis informasi yang bisa dibisniskan lewat jaringan seluler.Sampai saat ini, operator nirkabel hanya bisa menyediakan informasi yang cukup 'layak' dinikmati karena mereka tidak punya sistem penyaringan. Dengan rating mereka bisa menyebarkan konten yang lebih dewasa tanpa takut dituduh macam-macam. Contohnya ringtone dengan lirik yang mengandung kata-kata vulgar. Tidak seperti penyedia jasa internet, operator nirkabel lebih perhatian pada hubungan dengan pelanggan. Mereka cenderung bersikap hati-hati terhadap konten yang disajikan. Sebagai contoh, dalam perjanjian dengan perusahaan rekaman, operator meminta agar perusahaan rekaman hanya memberikan judul-judul yang 'bersih' saja.Rio Caraeff, VP/General Manager Universal Music Mobile mengaku menaruh harapan terhadap sistem rating. Caraeff berharap sistem itu akan membuka jalan bagi lebih banyak lagi konten yang bisa dibisniskan.Namun untuk saat ini, industri rekaman akan mencari cara-cara alternatif untuk menjual konten yang 'kurang bersih'. "Untuk sementara, kita berusaha untuk cari solusi strategi pendistribusian untuk kandungan informasi semacam itu," demikian Reuters, seperti dikutip detikinet Senin (25/4/2005). Alternatif ini termasuk, menjual langsung nada dering dan nada suara ke konsumen lewat situs artis yang bersangkutan. Menurut Caraeff, ini adalah cara distribusi yang lebih disukai perusahaan rekaman untuk masa depan. Menurut CTIA, sistem rating itu sedianya akan terealisasi pertengahan tahun 2005. Pelaksanaan awal akan dimulai dengan memukul rata semua konten 'dewasa', mulai dari jenis '18+' hingga 'xxx', dengan label 'restricted'. Nantinya, konten akan terkategori secara lebih spesifik berdasarkan muatannya. Sistem ini direncanakan bisa rampung dalam waktu kurang lebih satu tahun.
(ketepi/)