Joy mengatakan bahwa Indosat Ooredoo di bawah kepemimpinanya ingin menguatkan posisi operator yang identik dengan warna kuning tersebut sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar nomor dua.
"Sekarang kita sudah nomor dua, nggak mungkin jadi nomor tiga. Kalau nomor satu, nggak, kita realistis saja. Kita strong number two," ujar Joy ditemui disela-sela acara Digital Economic Briefing 2017, Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) |
Di kesempatan yang sama, Joy juga mengungkapkan Indosat Ooredoo kedepannya akan lebih fokus kepada bisnis inti, yaitu sebagai penyedia jasa telekomunikasi. Hal itu ditandai dengan capital expenditure (capex) yang alokasinya lebih banyak untuk bisnis inti.
"80% dari capex kita akan pasti lari ke bisnis dasar, 20% untuk business to business (B2B). Kita punya perusahaan B2B, seperti Lintasarta, Artajasa, dan lain-lain," sebutnya.
Seperti diketahui, Joy Wahyudi telah diangkat menjadi Direktur Utama Indosat Ooredoo menggantikan Alexander Rusli melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sejumlah strategi siap dijalankannya sebagai nakhoda operator seluler yang identik dengan warna kuning ini.
(rns/rou)
CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)