Menkominfo: Satelit Telkom 1 Sudah Tamat

Menkominfo: Satelit Telkom 1 Sudah Tamat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 29 Agu 2017 18:45 WIB
Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah membahas dengan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga terkait persoalan satelit Telkom 1 yang mengalami gangguan pekan lalu.

Telkom 1 yang sejatinya berakhir masa operasinya pada 2018 nanti, diperkirakan tidak akan berfungsi normal kembali. Sehingga slot Telkom 1 akan kosong selama setahun ke depan.

"Saya sudah bicara. Pertama, kita harus amankan slotnya, harusnya dia (Telkom 1) orbit hingga 2018 jadi mungkin ada satu tahun kosong. Kominfo akan membantu Telkom melakukan suspend atas slotnya sehingga aman untuk Indonesia, itu dulu fokusnya," ujar Rudiantara di Grha XL, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Sesuai jadwal sebelumnya, Telkom baru akan meluncurkan satelit Telkom 4 pertengahan 2018 untuk menggantikan Telkom 1.

Rudiantara melanjutkan setiap perkembangan mengenai Telkom 1 harus disampaikan kepada publik. Sebab, persoalan ini dampaknya besar. Di samping itu, satelit adalah bisnis yang penuh risiko.

"Nah, yang kemarin itu sedang diteliti oleh Telkom dan juga Lockhead Martin, kenapa bisa tidak berfungsi. Padahal, kalau secara umum memang beroperasi 15 tahun. Tetapi dengan perjanjian khusus antara Telkom dan Lockhead Martin ini, bisa lebih dari itu. Bisa 18 atau 20 tahun," tuturnya.

"Dan yang lebih penting lagi, saya minta Telkom realokasikan kepada kapasitas satelit manapun. Saya update dari Dirut Telkom itu dipindahkan ke Telkom 3S, satelit lain termasuk Apstar. Jadi pelanggan seharusnya bisa tenang, ya memang faktanya terjadi seperti kemarin. Satelit ya tidak bisa diapa-apakan, terjadi glitch di atas ya kena," kata Chief RA.

Menkominfo menceritakan gangguan Telkom 1 bukan karena pergeseran orbit, melainkan karena baterainya yang sudah tidak berfungsi hingga bahan bakarnya habis, sehingga keluar dari orbit.

Bila dilihat secara teknis, satelit tersebut sudah tidak bisa dipakai kembali. Solusinya harus dipindahkan sesegera mungkin, apapun konsekuensinya.

"Itu kelangsungan bisnis juga, bukan hanya dilihat kelangsungan bisnis Telkom. Tapi demi bisnis penggunanya juga yaitu perbankan, VSAT, dan lain sebagainya," ucap menteri kelahiran Bogor ini. (fyk/rou)