Senin, 07 Agu 2017 21:50 WIB

Internet Kian Diburu, Asosiasi Kabel Laut Perlu Bersatu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Batam - Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tantangan tersendiri, khususnya untuk penggelaran kabel optik laut yang menghubungkan antarpulau.

Diperlukan kerja sama sesama pemain penyelenggara kabel optik laut agar berdampak positif kepada industri.

Begitu kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menghadiri Musyawarah Nasional Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut (Askalsi) di Batam.

"Kabel laut itu merupakan keniscayaan bagi Indonesia karena negara kepulauan. Kita ada teresterial tapi tidak bisa ke laut, kita ada satelit tapi tidak bisa melawan teknologi teresterial karena kabel laut ini bagian dari teknologi teresterial, dimana kapasitasnya tidak bisa disaingi sebesar apapun satelit, itu dari sisi keekonomian," ujar Rudiantara.



Ia melanjutkan sampai saat ini panjang kabel laut baru mencapai sekitar 60-70 ribu kilometer di seluruh Indonesia. Angka tersebut diprediksikan akan terus meningkat seiring terus dibangunnya infrastruktur telekomunikasi tersebut.

"Itu belum yang direncanakan. Mungkin dalam lima tahun ke depan jadi 100 ribu kilometer," imbuhnya.

Terlebih penggunaan layanan internet terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Itu artinya kebersamaan anggota dari Askalsi membangun infrastruktur telekomunikasi harus ditingkatkan.

Rudiantara mengatakan keberadaan Askalsi diharapkan jadi wadah pemersatu antarpemain melalui kerja sama satu sama lain. Bilamana kolaborasi untuk membangun infrastruktur bersama-sama, maka itu tak hanya berdampak pada perusahaan saja tetapi juga ke masyarakatnya juga.

AskalsiMunas Askalsi di Batam. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Saat ini anggota Askalsi, yaitu Telkom Indonesia, Moratelindo, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Matrix, Pgascom, Triasmitra, dan Telin. Anggota Askalsi ini akan bertambah seiring rampungnya pembangunan serat optik Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur.

"Nanti anggota akan bertambah lagi, ini menjadi sangat strategis, jadi kerja sama dibutuhkan. Kalau dagang itu ada berapa pendapatan dan pengeluaran, biar berkompetisi tetapi di Askalsi ini bisa kerja sama, contohnya menghindarkan biaya potensi gara-gara tidak mau kerja sama seperti untuk memetakan bersama-sama, bicara dengan pemerintah daerah bersama-sama, ini potensi biaya yang bisa diturunkan toh nanti bisa diteruskan penurunan biaya ini ke masyarakat," tuturnya.

Internet Kian Diburu, Asosiasi Kabel Laut Perlu BersatuFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Hasil Munas Askalsi

Pada kesempatan ini juga Askalsi menyelenggarakan munas yang menghasilkan beberapa poin, di antaranya pergantian Ketua Umum Askalsi dari Nanang Hendarno ke tangan Herlan Wijanarko, menerima permohonan pengajuan dua anggota perusahaan baru yakni Telin dan Triasmitra, penyusunan rancangan agenda kerja Askalsi untuk periode 2017-2020.

Untuk agenda kerja utama ini, disepakati ada tujuh fokus yang akan dikerjakan oleh Askalsi, sebagai berikut:

1. Pengesahan Badan Hukum Organisasi
2. Advokasi Landing Point terhadap Kegiatan Reklamasi di wilayah Regional & Nasional
3. Pengawalan Regulasi tentang Cabotage
4. Terlibat Aktif dalam Draft Peraturan Pengaturan Kabel Laut
5. Kerjasama Interkoneksi Transmisi Kabel Laut Antar Anggota ASKALSI dengan Palapa Ring
6. Pengamanan Bersama SKKL dengan bekerjasama dengan BAKAMLA
7. Sharing Knowledge melalui Forum (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed