Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Indosat Bahas Ulang Tender Palapa Ring Timur

Indosat Bahas Ulang Tender Palapa Ring Timur


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: Ari Saputra
Jakarta - Jelang pengumuman pemenang tender Palapa Ring paket timur bulan depan, pemerintah melakukan perubahan skema kerjasama dan variabel perhitungan investasi. Hal ini membuat Indosat Ooredoo melakukan pembahasan ulang.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengungkapkan konsorsium cukup kaget dengan perubahan yang dilakukan pemerintah. Terlebih lagi pihak Kominfo tidak menjelaskan alasan dilakukannya perubahan tersebut.

"Kami sendiri hingga saat ini belum tahu alasan pembagian ini," ungkap Alex. Ia mengungkapkan paket timur akan dibagi menjadi dua daerah terpisah yakni untuk timur bagian atas dan timur bagian bawah. Meski dibagi dua pemenang tender akan tetap satu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja peserta tender harus memasukkan dua proposal yang berbeda. Hal inilah yang membuat konsorsium melakukan penghitungan kembali. "Hari ini sedang dibicarakan besok mau seperti apa. Mau submit dengan kondisi atau yang lain," ungkap Alex.

Saat ditanya optimis menang tender, Alex belum bisa memastikan. Sebab dengan adanya perubahan skema mereka harus hitung ulang semua untung ruginya.

"Kami tidak pesimis, tapi ada perubahan membuat harga yang kita masukkan jadi lebih tinggi. Maka kemungkinan bisa kalah. Karenanya kami menghitung ulang semuanya," papar pria berkacamata ini.

Seperti diketahui saat ini terdapat tiga peserta yang telah memasukkan dokumen tender paket timur, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Konsorsium XL Axiataβ€”Indosat Ooredooβ€”Alita dan Konsorsium Moratelβ€”Smartfren Telecomβ€”IBS.

Dibandingkan paket tengah yang 80% dananya butuh sekitar Rp 790 miliar. Kebutuhan dana untuk paket timur terbilang lebih besar. Menurut Kasubdit Pengembangan Infrastruktur Kominfo Anang Latif, untuk capex (Capital Expenditure) atau belanja modal saja dibutuhkan setidaknya Rp 5 triliun.

"Capex sekitar Rp 5 triliun. Tetapi asumsi kalau mengacu pada perhitungan skema availability payment, maka dalam kurun waktu 15 tahun valuasi proyek ini bisa mencapai Rp 14 triliun," kata Anang.

Sedangkan untuk jalur pembangunan tidak banyak perubahan. Kominfo akan memanfaatkan proyek Trans Papua yang digarap oleh KemenPUPera. "Untuk kabel darat, minimal ada jalan atau tiang listrik. Persentase di barat itu kabel laut 80% dan kabel darat 20%," pungkas Anang.

Peserta tender Palapa Ring paket Timur diberikan deadline submit dokumen pada 31 Mei 2016. Pengumuman pemenang akan disampaikan 20 Juni. Palapa Ring paket timur sendiri akan sepanjang 6.300 KM yang menghubungkan Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan termasuk Papua (pedalaman).

(afr/fyk)
TAGS





Hide Ads