Rugi per saham juga tercatat turun menjadi Rp 3, dibandingkan posisi rugi di tahun 2014 sebesar Rp 95 per saham.
Demikian dikutip detikFinance dari keterbukaan informasi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, penurunan beban usaha jauh lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan sehingga perseroan masih mampu membukukan laba usaha.
Beban usaha perseroan merosot dari Rp 21,873 triliun di sepanjang 2014 menjadi Rp 19,736 triliun di 2015.
Perseroan juga mendapatkan keuntungan dari penjualan dan sewa menara sebesar Rp 2,035 triliun. Sehingga perseroan mampu membukukan laba usaha sebesar Rp 3,139 triliun di sepanjang 2015. Lebih tinggi dibandingkan laba usaha di tahun 2014 sebesar Rp 1,586 triliun.
(drk/fyk)