PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mulai meninggalkan bisnis CMDA. Kini operator telekomunikasi Grup Bakrie itu mencoba peruntungan di bisnis Voice over Internet Protocol (VoIP) melalui EsiaTalk.
"Mau tidak mau kita harus keluar dari CDMA. Handset sudah tidak ada di dunia. Yang kita lakukan masuk ke digital, meluncurkan EsiaTalk," ujar Direktur Utama Bakrie Telecom, Jastiro Abi, di Gedung BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2015).
EsiaTalk adalah aplikasi VoIP yang menawarkan nomor virtual untuk menelepon dan ditelepon menggunakan nomor mana pun, atau istilahnya adalah panggilan telepon yang 'nebeng' di jaringan internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CDMA itu sudah hampir tidak ada di dunia, di Indonesia cuma kita. Kalau kita masih fokus di CDMA ujung-ujungnya tidak ada handset, untuk apa kita berjuang terhadap sesuatu yang tidak bertumbuh? CDMA kita maintain tapi tidak akan besar-besaran, pelanggan turun," katanya.
Perseroan tidak akan lagi investasi di bisnis CDMA ini. Pertumbuhannya akan dilakukan dengan menyewa jaringan, menara, dan lain-lain.
"Soal traffic data, naik tapi revenue flat (datar). Kayak India, the most competitive (paling bersaing) itu India. Sekarang India juga ketakutan market-nya kayak indonesia, mereka ketakutan, jadi industri ini capex semakin gede, revenue (pendapatan) tetap, malah income (laba) negatif," jelasnya.
(jsn/ash)