Dalam jumpa pers di gedung Indosat, Jakarta, Rabu (27/5/2015), anak usaha Ooredoo ini baru saja menggandeng Adira untuk layanan micro insurance.
Kerja sama ini dengan pihak asuransi ini kian melengkapi portofolio Indosat yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan AXA insurance, Cigna insurance, CAR, dan Allianz.
Adira sendiri bukan yang terakhir karena Indosat menyatakan akan tetap bekerja dengan asuransi yang lain. Apa alasannya?
"Kontribusi asuransi terhadap layanan Dompetku cukup besar karena komisi setiap asuransi 20%-30%," kata Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services Indosat.
Ia menjelaskan, pilihan Indosat jatuh kepada Adira karena layanan asuransinya yang cukup mumpuni dan sudah bejalan cukup lama.
"Mereka juga berani jadi underwriter produk yang sudah cukup common di masyarakat. Itu kan nggak semua asuransi," katanya.
"Apalagi, target kita kan menyasar kepada segmen middle-low, seperti petani, nelayan. Artinya kita memberikan penawaran perlindungan."
"Jadi kita lebih kepada bisnis enabler, sebagai wahana sehingga masyarakat bisa akses ke micro insurance ini seperti yang dilakukan di bank," papar Randy.
Sasar Unbankable Market
Sejauh ini pelanggan Dompetku diklaim telah mencapai 1,5 juta. Targetnya sampai akhir tahun 5 juta pelanggan, khususnya unbankable market alias yang belum tersentuh bank.
Menurut Randy, transaksi per hari Dompetku mencapai Rp 100 ribu hingga 120 ribu. Dengan ekspansi ke ranah asuransi ini, transaksinya akan ditingkatkan menjadi tiga kali lipat hingga akhir tahun.
"Kami optimistis karena masih banyak market di bawah yang belum punya akses terhadap finansial produk," kata dia.
Dari total populasi 240 juta penduduk di Indonesia, segmen pekerja diestimasi ada sekitar 110 juta, sementara yang sudah punya rekening bank baru sekitar 30 juta.
"Sehingga masih ada sekitar 80 juta yang masih belum tersentuh bank. Ini peluang sekaligus target pasar yang sangat besar," jelasnya.
Diakuinya, e-money melalui Dompetku ini akan menjadi senjata baru bagi Indosat untuk retensi sekaligus mengakuisisi pasar.
"Dompetku ini untuk stickyness atau antichurn supaya pelanggan loyal. Layanan ini juga untuk tools of acquisition sekaligus untuk meningkatkan revenue," paparnya.
Diakui Randy, layanan e-money ini belum memberikan kontribusi signifikan dari bisnis digital Indosat. Namun perlahan tapi pasti, layanan ini tumbuh pesat.
"Masih sangat kecil kontribusinya, tapi growing strong," tegasnya.
Untuk memperkuat layanan, Dompetku tak bisa jalan sendirian. Harus ada mitra yang bisa jadi teman bisnis. Kata Randy, partner Dompetku sejauh ini sudah 50 lebih dengan jumlah outlet berkisar 178 ribu.
"Sampai akhir tahun kita ingin tambah jadi 200-250 ribu outlet. Tapi yang penting bagi kita adalah kualitas outlet itu sendiri. Sebab, turn over outlet juga banyak," jelasnya.
Dompetku sendiri, diungkapkan Randy, kebanyakan untuk transaksi seperti membayar tagihan (billing payment) seperti bayar air, TV kabel. Kemudian juga untuk online payment, dan terakhir untuk cicilan motor.
(Achmad Rouzni Noor II/Rachmatunisa)