Telkom memang masih mengandalkan Telkomsel sebagai lumbung utama pendapatannya. Namun di sisi lain, anak-anak perusahaan lainnya juga menunjukkan potensi yang gemilang.
Salah satunya TelkomMetra yang membidik pendapatan usaha sebesar Rp 7,286 triliun sepanjang 2015. Angka ini tumbuh 25% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,827 triliun.
Menurut CFO TelkomMetra Otong Iip, hingga kuartal pertama 2015 kinerja perusahaan yang dipimpinnya lumayan mentereng karena berhasil membuat 15 dari 25 portofolio yang dikelola menghasilkan pendapatan yang siginifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TelkomMetra adalah andalan Telkom menjadi investment company, baik dengan aksi akuisisi atau membuat perusahaan patungan bergerak di bidang informasi, media, dan edutainment.
Anak usaha dari TelkomMetra di antaranya Metrasat, TelkomSigma, Finnet, AdMedika, Infomedia, MetraPlasa, Metranet, MD Media, MelOn, PINS, dan Patrakom.
Terbaru, pada 2014 TelkomMetra menandatangani perjanjian pemegang saham dengan Telstra Holding Singapore Pte Ltd. Perjanjian tersebut untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT TeltraNet Aplikasi Solusi (Teltranet) yang bergerak di bidang aplikasi solusi berbasis cloud computing.
Telstra Holding Singapore Pte Ltd merupakan anak usaha dari perusahaan telekomunikasi asal Australia, yakni Telstra Corporation Limited. TelkomMetra memiliki 51% saham Teltranet, sisanya 49% dimiliki oleh Telstra.
Menurut Otong, nilai kepemilikan 51% saham yang dikuasai TelkomMetra itu setara USD 4,29 juta dari total USD 8,43 juta modal saham yang ditempatkan.
Diungkapkannya, hingga kuartal pertama 2015 pendapatan yang diraih sebesar Rp 1,517 triliun dan Earning Before Interest tax Depreciation Amortization (EBITDA) Rp 180 miliar.
Pada 2014, pendapatan dari TelkomMetra sebesar Rp 5,827 triliun naik 35% dibandingkan 2013 sebesar Rp 4,32 triliun dengan EBITDA Rp 634 miliar.
βSejauh ini anak-anak usaha yang masuk blue chip di pasar adalah Finnet, admedika, Melon, TelkomSigma, dan infomedia,β paparnya.
Diungkapkannya, perseroan sudah menyiapkan belanja modal dalam jumlah tertentu untuk pengembangan bisnis organik dan akuisisi untuk mendukung pertumbuhan anorganik.
βKami juga ada Metra Digital Investama yang berfungsi sebagai Corporate Venture Capital (CVC) untuk Telkom Group. Itu nanti main di start up company,β pungkasnya.
Sebelumnya, dalam info memo laporan keuangan 2014, Telkom mengalami kenaikan di bisnis data, internet dan layanan IT (termasuk SMS) sebesar 24% dibandingkan periode sama tahun 2013 menjadi Rp 24,1 triliun.
Salah satu pendorong pertumbuhan itu adalah berjalan mulusnya strategi transfromasi dari perusahaan telekomunikasi menjadi Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment, dan Services (TIMES).
(rou/rou)