Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Maaf, BRTI Hanya untuk Orang Tua

Maaf, BRTI Hanya untuk Orang Tua


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta -

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah membuka lowongan anggota Komite Regulasi Telekomunikasi periode 2015-2018. Namun sayang, anak muda -- walau dia berkompeten dan berotak encer -- tak bisa menjadi wasit di industri telekomunikasi tersebut.

Hal ini dipastikan setelah Panitia Seleksi yang dibentuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mensyaratkan batasan umur minimal harus berusia 40 tahun untuk bisa mendaftar jadi anggota BRTI yang baru.

Berikut persyaratan lengkapnya:
1. Warga Negara Indonesia.
2. Pada saat pendaftaran berusia minimal 40 tahun dan maksimal 65 tahun.
3. Sehat jasmani dan rohani.
4. Pakar atau profesional di bidang telekomunikasi/teknologi informasi dan komunikasi, hukum, ekonomi, kebijakan publik (bidang kebijakan dan/atau bidang pelayanan masyarakat) dan berpendidikan minimal S2.
5. Tidak mempunyai kepemilikan saham dan/atau tidak merangkap jabatan sebagai Direksi atau Komisaris pada penyelenggara telekomunikasi dan/atau vendor telekomunikasi.
6. Bukan anggota partai politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Ismail Chawidu mengatakan, syarat minimal umur dan pendidikan menjadi dua isu paling alot yang diperdebatkan Panitia Seleksi.

Pasalnya, dalam persyaratan komisioner di UU Keterbukaan Informasi, minimal umur yang dipersyaratkan sejatinya hanya 35 tahun. Hal ini pula yang menjadi syarat saat seleksi anggota BRTI pada periode sebelumnya.

Pun demikian, Ismail menyebut, syarat minimal umur akhirnya sepakat untuk dinaikkan menjadi 40 tahun dengan harapan anggota BRTI yang baru lebih matang, bijak, dan fokus terhadap tugas pengaturan, pengawasan, dan pengendalian terhadap penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi.

"Salah satu pertimbangannya adalah karena salah satu tugas BRTI terkait dengan pembuatan regulasi maka diperlukan orang yang betul-betul memiliki sikap, cara pandang dan berpikir yang matang dan dianggap mempunyai pengalaman yang mumpuni," paparnya

"Panitia ingin mendapatkan anggota komisioner yang betul-betul profesional dan bukan job seeker yang fokus di urusan regulasi," jelas Ismail.

Mimpi yang sama juga disuarakan Menkominfo Rudiantara. Menurutnya, dengan syarat yang baru ini -- termasuk adanya batasan umur -- pengalaman dan kematangan dari kandidatnya dapat memperkuat BRTI.

"Selain tentunya kelincahan (agility) untuk deal dengan dinamika yang bergerak cepat," lanjutnya kepada detikINET, Selasa (24/2/2015).

Pun demikian, penilaian berbeda dilontarkan oleh orang luar Kominfo. Mantan anggota Komisioner BRTI Kamilov Segala justru berpendapat bahwa faktor umur bukanlah harga mati atau penentu bagi seseorang untuk menjadi seorang ahli atau dapat bersikap bijak.

"Jadi sangat tidak setuju dengan syarat (umur) itu. Sebaliknya, sebagian di dunia teknologi dan telekomunikasi itu justru banyak dari kalangan orang muda. Faktor usia justru malah membuat diskriminatif, dimana seharusnya orang muda yang berperan di industri telekomunikasi karena dia lebih memahami. Usia bukan jadi ukuran patokan," tegasnya kepada detikINET.

Kamilov sendiri punya pengalaman saat memperkuat BRTI selama satu periode. Saat di eranya dulu, orang tua dan anak muda di tubuh BRTI justru dapat berkolaborasi secara dinamis. Dimana hal ini malah berdampak positif saat menentukan keputusan bagi regulasi.

"Bayangkan kalau semuanya orang tua, keputusannya adem ayem, tak ada yang dipermasalahkan. Tidak ada pendobraknya kalau tidak ada anak muda, jadi semuanya adem. Itu dari pengalaman saya menjadi anggota BRTI, jadi dengan usia yang berbeda itu justru jadi lebih dinamis," pungkas Kamilov.

Ya, semoga saja BRTI tak menjadi seperti yang dikhawatirkan Kamilov. Sebaliknya, BRTI harus kembali menunjukkan taringnya di industri telekomunikasi. Dimana harapan itu bakal tergantung dari proses seleksi yang digelar mulai 24 Februari - 13 Maret 2015 secara online.Β 

(ash/fyk)







Hide Ads