Saat diterima oleh Pimpinan Redaksi Detikcom Arifin Asydhad dan petinggi Transmedia Ishadi SK, Rabu (19/11/2014), Rudiantara panjang lebar memaparkan program Indonesia Broadband Plan 2014-2019.
Dalam lima tahun ke depan, pembangunan pita lebar nasional direncanakan dapat memberi akses tetap di wilayah perkotaan ke 70% rumah tangga (20 Mbps) dan 30% populasi, serta akses seluler ke seluruh populasi (1 Mbps).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program Broadband Plan ini membutuhkan biaya Rp 278 triliun dan mulai kita jalankan di kuartal pertama 2015," ungkap Chief RA.
"Biaya untuk membangun akses broadband itu akan dihitung kembali, berapa dana yang dari APBN, berapa yang dari operator untuk memastikan rencana ini berjalan. Saya juga sudah bertemu dengan sejumlah operator untuk mencari tahu masalahnya dimana," paparnya lebih lanjut.
Selain itu, rencana ini juga memprioritaskan pembangunan internet cepat untuk penyelenggaraan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, logistik, dan pengadaan. "Pelayanan publik berbasis elektronik, e-commerce, atau aplikasi, semua itu akan jalan kalau ada infrastruktur," pungkas menteri.
(rou/ash)