Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fenomena Astronomi Januari 2026, Hujan Meteor Jadi Pembuka Awal Tahun

Fenomena Astronomi Januari 2026, Hujan Meteor Jadi Pembuka Awal Tahun


Rachmatunnisa - detikInet

First place in the 2021 IAU OAE Astrophotography Contest, category Meteor showers: Geminid Meteor Shower from China, by Dai Jianfeng, China. A meteor shower occurs when the Earth in its orbit around the Sun, passes through a debris trail left previously by a comet on its approach around the Sun. As the Earth enters this debris (small sand grain sized), they enter the atmosphere at high speeds and on parallel trajectories, burning completely leaving beautiful tracks (streaks) in the sky. These streaks can appear and disappear in the blink of an eye, or last much longer. On rare occasions the debris originates from asteroids, as in the case of the Geminid meteor shower, shown in this image, picturing many streaks of debris captured in the sky of China in 2017. Due to relative motions and perspective, the shower appears to come from one single point, known as the radiant point, beautifully pictured in this image. This is similar to driving in a car on a rainy day without any wind, looking out the front window it seems that the rain is coming directly towards the window, when in fact the rain is falling vertically downwards. Link:  See image in Zenodo
Foto: Dai Jianfeng/IAU OAE/Jeff Dai/Wikimedia Commons/CC BY 4.0
Jakarta -

Bulan Januari menghadirkan sejumlah fenomena astronomi menarik yang sayang dilewatkan, mulai dari hujan meteor, penampakan planet terang, hingga fase Bulan yang ideal untuk pengamatan langit.

Berikut rangkuman peristiwa langit utama yang bisa diamati sepanjang Januari, dirangkum detikINET dari SeaSky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3-4 Januari - Hujan Meteor Quadrantids

Hujan meteor Quadrantids menjadi pembuka tahun yang menjanjikan. Fenomena ini tergolong di atas rata-rata, dengan potensi hingga 40 meteor per jam pada puncaknya.

Quadrantids diyakini berasal dari butiran debu yang ditinggalkan oleh komet punah 2003 EH1, yang ditemukan pada 2003. Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun pada 1-5 Januari, dan mencapai puncaknya malam 3 Januari hingga dini hari 4 Januari.

ADVERTISEMENT

Kabar baiknya, Bulan sabit akan terbenam lebih awal, sehingga langit relatif gelap dan ideal untuk pengamatan. Waktu terbaik menyaksikannya adalah setelah tengah malam dari lokasi gelap. Meteor akan tampak memancar dari rasi Bootes, tetapi bisa muncul di bagian langit mana pun.

10 Januari - Venus di Elongasi Timur Terbesar

Pada 10 Januari, planet Venus mencapai elongasi timur terbesar, berjarak 47,2 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Venus, karena posisinya paling tinggi di atas horizon pada langit senja.

Venus akan tampak sebagai objek sangat terang di langit barat setelah Matahari terbenam, mudah dikenali bahkan dengan mata telanjang.

13 Januari - Bulan Purnama (Wolf Moon)

Fase Bulan Purnama terjadi pada 13 Januari pukul 22.28 UTC, ketika Bulan berada di sisi berlawanan Bumi dari Matahari dan seluruh permukaannya tampak terang.

Bulan purnama Januari dikenal oleh suku-suku asli Amerika Utara dengan sebutan Wolf Moon, karena pada periode ini kawanan serigala yang kelaparan sering melolong di sekitar permukiman. Bulan ini juga punya sebutan lain Old Moon dan Moon After Yule.

16 Januari - Mars di Oposisi

Pada 16 Januari, planet Mars berada di posisi oposisi, artinya berada paling dekat dengan Bumi dan sepenuhnya diterangi Matahari. Pada momen ini, Mars akan tampak paling terang sepanjang tahun dan dapat diamati sepanjang malam.

Ini merupakan waktu terbaik untuk mengamati dan memotret Mars. Dengan teleskop ukuran sedang, pengamat bisa melihat beberapa detail gelap di permukaan Mars yang berwarna jingga kemerahan.

29 Januari - Bulan Baru

Januari ditutup dengan fase Bulan Baru pada 29 Januari pukul 12.37 UTC. Pada fase ini, Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam.

Kondisi tanpa cahaya Bulan menjadikan momen ini waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek langit redup, seperti galaksi dan gugus bintang, karena tidak ada gangguan cahaya Bulan.

Januari menjadi bulan yang ideal bagi pengamat langit, dengan kombinasi hujan meteor terang, planet yang mudah diamati, serta fase Bulan yang mendukung astronomi visual. Cukup cari lokasi gelap dan langit cerah untuk menikmati pertunjukan kosmik di awal tahun.




(rns/rns)




Hide Ads