Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gerhana Matahari Total Jadi Puncak Fenomena Langit Sepanjang 2026

Gerhana Matahari Total Jadi Puncak Fenomena Langit Sepanjang 2026


Rachmatunnisa - detikInet

Bulan purnama merupakan salah satu fenomena astronomi. Ketika purnama, bulan akan terlihat bulat utuh dan berwarna terang. Simak jenis-jenis bulan purnama.
Foto: China News Service via Getty Ima/China News Service
Jakarta -

Para pengamat bintang dan penyuka astronomi pastinya sudah menantikan fenomena langit yang akan muncul di 2026. Dari planet sejajar hingga gerhana Matahari total, ada banyak momen langit yang layak dicatat di kalendermu.

Dikutip dari Smithsonian Magazine langit malam sepanjang 2026 bakal dipenuhi pemandangan kosmik yang langka dan memesona, termasuk supermoon, parade planet, hujan meteor, hingga gerhana total. Berikut adalah 10 fenomena langit di 2026 yang sayang jika dilewatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Jupiter di Titik Oposisi - 10 Januari

Awal tahun dibuka dengan Jupiter mencapai oposisi, yaitu posisi ketika Bumi berada di antara planet gas raksasa itu dan Matahari. Pada momen ini, Jupiter tampak lebih terang dan besar di langit malam, layak diamati dengan mata telanjang atau teropong kecil.

2. Parade Planet - Akhir Februari

Menjelang akhir Februari, enam planet akan tampak berkumpul di satu sisi langit setelah Matahari terbenam. Fenomena ini dikenal sebagai parade planet. Fenomena ini akan menjadi momen langka ketika Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus tampak sejajar dari sudut pandang Bumi.

ADVERTISEMENT

3. Gerhana Bulan Total (Blood Moon) - 3 Maret

Salah satu hinghlight fenomena langit 2026 adalah gerhana Bulan total pada dini hari 3 Maret. Ketika fenomena ini terjadi, Bulan akan tertutup bayangan Bumi sehingga tampak berwarna merah, yang sering disebut Blood Moon.

4. Hujan Meteor Lyrid - 21-22 April

Pada 21-22 April, langit malam akan dihiasi hujan meteor Lyrid yang bisa menghasilkan puluhan meteor per jam. Ini adalah salah satu hujan meteor tahunan klasik yang bisa dinikmati oleh para pengamat langit.

5. Gerhana Matahari Total - 12 Agustus

Momen paling spektakuler di 2026 akan terjadi pada 12 Agustus, ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari dalam gerhana Matahari total. Jalur totalitas fenomena ini melintasi wilayah seperti Greenland, Islandia, serta bagian barat Eropa termasuk Portugal dan Spanyol, menjadikannya kesempatan langka untuk menyaksikan korona Matahari secara langsung.

6. Hujan Meteor Perseid - 12-13 Agustus

Tak jauh dari peristiwa gerhana Matahari, malam 12-13 Agustus akan menjadi puncak hujan meteor Perseid. Dengan kondisi fase Bulan baru, hujan meteor ini diperkirakan bisa mencapai puluhan sampai ratusan meteor per jam di bawah langit gelap.

7. Venus Capai Puncak Kecerahan - 18 September

Pada pertengahan September, Venus akan mencapai puncak cahayanya di langit sore atau malam hari, menjadikannya salah satu objek paling terang di langit, sehingga mudah dilihat tanpa alat bantu.

8. Rangkaian Hujan Meteor Oktober-Desember

Memasuki musim gugur dan awal musim dingin, ada rangkaian hujan meteor menarik:

  • Orionid di sekitar 21-22 Oktober
  • Leonid sekitar 16-17 November
  • Geminid di pertengahan Desember yang dikenal paling spektakuler dari semua hujan meteor tahunan.

9. Supermoon Terdekat Tahun Ini - 23 Desember

Penutup 2026 akan dimeriahkan oleh supermoon terbesar dan terdekat sejak beberapa tahun terakhir. Pada 23 Desember, Bulan purnama akan berada sangat dekat dengan Bumi sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

10. Momen Lainnya

Selain peristiwa puncak di atas, sepanjang tahun langit juga akan dihiasi oleh sejumlah konjungsi planet, kemunculan Bulan dekat bintang terang, serta fenomena lain yang bisa dinikmati dengan teleskop atau bahkan mata telanjang di lokasi gelap tanpa polusi cahaya.




(rns/rns)







Hide Ads