Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'CDMA itu Teknologi Militer, Lebih Aman Dibanding GSM'

'CDMA itu Teknologi Militer, Lebih Aman Dibanding GSM'


- detikInet

Ilustrasi (rou/detikINET)
Jakarta - Smartfren Telecom angkat bicara tentang alasannya masih bertahan menggunakan teknologi CDMA. Menurut sang operator, belum ada teknologi lain yang lebih aman ketimbang jaringannya.

"Kenapa masih bertahan? Karena teknologinya paling aman," tegas Vice President Network Management Smartfren, Munir Syahda Prabowo.

Munir menjelaskan, ada sejumlah alasan mengapa CDMA tak kalah unggul dibanding GSM. Pertama, karena data dari handset ke sistem dienkripsi, kedua karena sinyalnya tidak mudah diinterfensi.

Alasan lain karena setiap pemilik RUIM (kartu SIM) memiliki kode unik dan semua koneksi antara dua perangkat akan dirahasiakan. "Jadi bisa kami jamin teknologi ini sangat secure," tegasnya.

"CDMA itu sangat reliable untuk mobility, serta sinyalnya tidak mudah dideteksi dan diinterfensi karena berbasis standar teknologi militer yang digunakan tentara Amerika Serikat. Sehingga sangat powerful. Pernah dengar berita KPK menangkap orang pakai CDMA?" ujar Munir lebih lanjut.

Smartfren yang mengandalkan CDMA telah membangun 6.000 BTS EVDO yang diklaim sudah setara dengan 3G, namun memiliki coverage jaringan tiga kali lipat dibandingkan GSM.

Dari total jaringan yang ada, 30% di antaranya atau sekitar 2.000 BTS, sudah menggunakan teknologi EVDO Rev B Fase II atau yang ada. Mayoritas tersebar di delapan kota besar yang memiliki trafik tinggi. Sisanya dilayani dengan EVDO Rev A dan 1x.

"CDMA EVDO itu memiliki kecepatan yang paling baik untuk data. Karena menggunakan metode optimized data technology. Data terpisah dari voice. Benar-benar pure data tidak dicampur aduk," jelas Munir.

Dari total sembilan kanal yang dimiliki Smartfren, khusus untuk data, dialokasikan 7 kanal. Sementara untuk voice dan SMS cukup 2 kanal saja.

Untuk menjangkau lebih banyak wilayah dan memperkuat kapasitas di jaringan yang mulai padat trafik, Smartfren tahun ini menambah 800 BTS baru dengan dana investasi USD 100 juta.

Tercatat, dari total 12 juta pelanggan hingga kuartal pertama 2014, 60% di antaranya adalah pelanggan data. Sedangkan sisanya gabungan voice dan SMS. Untuk average revenue per user (ARPU) data selama periode yang sama adalah Rp 40 ribu.

(rou/ash)







Hide Ads