Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Data Center Amazon Bakal Pakai Tembaga dari Tambang Berbasis Mikroorganisme

Data Center Amazon Bakal Pakai Tembaga dari Tambang Berbasis Mikroorganisme


Anggoro Suryo - detikInet

AWS Buka Beasiswa Belajar AI & ML.
Foto: Nikita Rosa/detikedu
Jakarta -

Amazon dilaporkan akan memanfaatkan tembaga dari sebuah tambang di Arizona, Amerika Serikat, yang menggunakan teknologi berbasis mikroorganisme. Informasi ini diungkap Wall Street Journal dan menjadi bagian dari upaya Amazon Web Services (AWS) memenuhi kebutuhan material untuk pembangunan dan pengoperasian data center.

AWS disebut akan menjadi pelanggan pertama Nuton Technologies, perusahaan yang mengembangkan teknologi penambangan tembaga dengan metode bioleaching. Selain membeli hasil tambang, AWS juga akan menyediakan dukungan komputasi awan serta analitik data untuk membantu Nuton mengoptimalkan proses penambangan tersebut.

Bioleaching merupakan metode ekstraksi logam yang memanfaatkan mikroorganisme alami untuk melarutkan tembaga dari bijih berkadar rendah. Teknologi ini memungkinkan penambangan tembaga dari material yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis untuk diolah dengan metode konvensional, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (17/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Nuton mengklaim metode bioleaching membutuhkan lebih sedikit air dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan teknik penambangan tradisional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan pemanfaatan kembali lokasi tambang lama yang telah ditutup, sehingga produksi tembaga bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan membuka tambang baru dari awal.

Tambang yang akan memasok tembaga untuk Amazon berada di Johnson Camp, Arizona. Nuton diketahui telah berhasil memproduksi katoda tembaga pertamanya menggunakan metode bioleaching di lokasi tersebut pada Desember lalu. Katoda tembaga merupakan produk akhir yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

Kebutuhan tembaga global saat ini terus meningkat, seiring melonjaknya pembangunan infrastruktur data center dan pengembangan kecerdasan buatan. Tembaga menjadi material penting untuk pembuatan chip, kabel listrik, serta sistem pendinginan dan jaringan di pusat data berskala besar.

Lonjakan permintaan ini juga berdampak pada kenaikan harga tembaga di pasar global. Perusahaan teknologi besar seperti Amazon dituntut untuk mengamankan pasokan jangka panjang guna mendukung ekspansi layanan cloud dan AI mereka.

Kerja sama antara AWS dan Nuton menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi mulai terlibat lebih dalam pada rantai pasok bahan baku. Selain memastikan ketersediaan material, pendekatan ini juga sejalan dengan upaya menekan dampak lingkungan dari industri penambangan.

Dengan memanfaatkan teknologi bioleaching, Amazon diharapkan dapat memperoleh pasokan tembaga yang lebih berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan data center-nya, di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi global.




(asj/asj)







Hide Ads
LIVE