Tata ulang 3G di frekuensi 2.1 GHz perlahan mulai diselesaikan operator. Setelah minggu lalu Indosat berhasil menggenapkan kewajiban migrasinya di Jakarta, Jawa Barat, Banten, kini giliran XL yang telah merampungkan kewajibannya di tiga provinsi tersebut.
"Untuk itu, Kominfo memberi apresiasi kepada Indosat dan XL yang telah mengikuti HCPT (Tri) yang selesai 100%," kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewabroto, Senin (21/10/2013).
Dengan update terbaru ini maka sejauh ini baru tiga operator (Tri, Indosat dan XL) yang telah menyelesaikan proses migrasi 3G di semua provinsi yang menjadi kewajibannya. Sedangkan Telkomsel dan Axis masih belum selesai migrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tri telah migrasi 100% di 22 Provinsi dengan tepat waktu.
2. Indosat telah migrasi 100% di 18 propinsi, lebih cepat dari jadwal dimana harusnya rampung pada 27 oktober 2013. Tetapi bisa dipercepat sehingga selesai pada 18 oktober 2013 berikut dengan kegiatan pasca retune-nya.
3. XL sudah migrasi 100% di 30 provinsi, lebih cepat dari jadwal. Harusnya finish di tanggal 3 November 2013, tetapi bisa dipercepat sehingga selesai pada 20 Oktober 2013.
4. Telkomsel baru selesai retune di 31 provinsi (93,94%), masih menyisakan 2 provinsi: NTB dan DIY.
5. Axis baru selesai retune di 11 provinsi (78,57%), masih menyisakan 3 provinsi lagi: Jateng, Jatim, DIY. Jadi Axis masih berjuang di 3 provinsi, tapi semenjak diakuisi XL relatif lebih kooperatif.
Rencana awalnya, Telkomsel akan mengaktifkan blok ketiga di NTB mulai 17 Oktober. Untuk Yogyakarta masih menunggu Axis selesai retune dari blok 3 ke blok 11.
"Secara total, rata-rata progres migrasi telah mencapai 94,50%. Insya Allah tepat waktu semua," lanjut Gatot.
Kominfo juga akan mengubah KM penetapan alokasi blok 3G untuk kelima operator tersebut. Meskipun izin pita diubah penetapan bloknya, tetapi masa berlaku tidak ada perubahan.
"Demikian juga dengan BHP (Biaya Hak Penggunaan) frekuensi, tidak menjadi lebih besar atau lebih kecil. Yang diubah murni hanya alokasi blok, selebihnya tetap sama dengan kondisi sebelum migrasi," Gatot menandaskan.
(ash/fyk)