Aksi konsolidasi operator di Indonesia disambut baik banyak pihak. Para pemain yang terlalu banyak dinilai akan membuat industri tak sehat, ujung-ujungnya hukum alam akan mengambil perannya.
Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief mengatakan, secara natural pencaplokan antar operator akan terjadi di tengah sesaknya bisnis telekomunikasi Tanah Air yang diisi oleh 11 pemain.
"Jadi secara natural akan terjadi konsolidasi, karena pemainnya terlalu banyak. Seperti yang kita dengar konsolidasi antara XL-Axis, itu sudah menjadi hukum alam saja," kata Asa, panggilan akrabnya saat berbincang dengan detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Sumber Daya Perangkat dan Pos Informatika Muhammad Budi Setiawan menambahkan, aksi konsolidasi di bisnis seluler tak cuma diharapkan dari XL dan Axis. Jika ada peluang, operator lain pun dipersilakan untuk meminang operator lainnya.
"Ini (aksi konsolidasi) sebenarnya sudah kita harapkan sejak lama. Dan sangat kita dukung," kata Iwan, panggilan Muhammad Budi Setiawan.
Alasannya kurang lebih sama. Dengan pemain yang lebih sedikit, maka bagi-bagi kue pasar akan lebih besar. Bahkan dalam sebuah penelitian, 92% revenue di bisnis seluer masuk ke kantong operator 'The Big Three', yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.
"Sementara 8% sisanya cuma recehan. Ini kan terlalu besar perbedaannya. Idealnya paling 5 operator," Iwan menandaskan.
Sejauh ini, XL baru melakukan penandatanganan perjanjian jual-beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.V. untuk membeli Axis.
STC merupakan pemegang saham mayoritas di Axis dengan porsi 80,1%. Sementara Teleglobal adalah anak perusahaan STC. Rencananya, Teleglobal akan menjual 95% sahamnya di Axis kepada XL. Jumlah itu setara dengan 100% kepemilikan STC di Axis.
Untuk deal senilai USD 865 juta atau setara Rp 8,7 triliun ini, XL akan dibantu oleh Merril Lynch Pte. Ltd. di Singapura (Bank of America Merril Lynch) yang bertindak sebagai penasihat keuangan untuk transaksi ini.
(ash/fyk)