Berdasarkan laporan The Global mobile Suppliers Association (GSA) yang dirilis Agustus 2013, ada 443 operator yang berinvestasi di jaringan LTE, dan ada 200 jaringan komersial LTE yang saat ini sedang beroperasi.
Dari jumlah tersebut, Huawei memenangkan 196 kontrak jaringan komersial LTE dan saat ini mengoperasikan 93 jaringan komersil LTE di seluruh dunia. Angka ini masih akan bertambah dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Huawei Indonesia sangat antusias dengan kolaborasi bersama XL untuk uji coba end-to-end LTE di Bali," kata Country Manager Huawei Indonesia, Sheng Kai, di Nusa Dua, Bali, Selasa (24/9/2013).
Menurut Sheng Kai, uji coba bersama XL Axiata ini untuk membuktikan kesiapan jaringan sekaligus memberikan pengalaman yang memuaskan selama forum APEC berlangsung.
Huawei dalam kesempatan ini mengimplementasikan Huawei Mobile Broadband Networker Solution yang memungkinkan pelanggan memiliki kendali instan terhadap kecepatan downlink dan uplink.
"Jaringan LTE XL akan mampu melayani pengguna di semua wilayah utama di Bali, di mana mereka dapat mengalami dan menggunakan langsung jaringan LTE dengan kecepatan tinggi dan tingkat latency yang rendah," kata Sheng Kai.
Sementara itu, Deputy Director of Wireless Solution, Very Jodi mengatakan dalam uji coba tersebut pihaknya menyediakan sembilan unit BTS 4G XL di Nusa Dua, dengan kecepatan downlink 35-75 Mbps di area Convention Center.
Uji jaringan di Bali dilakukan pada pita frekuensi 2,1 GHz, termasuk untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi internet bagi sekitar 3.000 orang jurnalis dari seluruh dunia yang meliput APEC 2013.
"Huawei juga menyediakan fasilitas user experience LTE di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya," ujarnya.
Selain dengan XL, Huawei juga menyediakan perangkat jaringan LTE untuk operator lain. "Kami juga ada kerja sama dengan Telkomsel untuk LTE, dan U900 dengan Indosat," pungkas Jodi.
(rou/ash)