Dalam pengamatan detikINET, mobil BTS tersebut bernomor polisi B 9957 TB. Kendaraan itu seharusnya jadi 'senjata' Telkomsel untuk memperkuat sinyal jaringan mereka.
Namun apa daya, saat terparkir di sekitar Bundaran HI, ban depan mobil tersebut malah digembosi oleh Kompol Lilik, perwira Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Metro Jaya, lantaran ditengarai belum ada izin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterjunkannya Compact Mobile Base Transceiver (Combat) alias mobil BTS, memang sudah direncanakan Telkomsel untuk menyambut lonjakan trafik di musim liburan Natal dan Tahun Baru 2013.
Mulai dari tempat-tempat wisata hingga di sejumlah titik kemacetan. Nah, tempat-tempat inilah yang biasanya menjadi target operator seluler untuk memperkuat layanan jaringannya.
Guna menambah kapasitas handling trafik komunikasi saat Natal dan Tahun Baru, Telkomsel sedianya menyediakan 18 unit Combat di berbagai titik strategis.
Combat sendiri memiliki fungsi untuk memperluas coverage dan kapasitas trafik komunikasi. Dengan BTS model ini, operator bisa lebih fleksibel dalam mewujudkan high performance network.
"Combat Telkomsel juga dilengkapi dengan koneksi WiFi sehingga memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses layanan data," ujar Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief, beberapa waktu lalu.
"Untuk seluruh Indonesia, Combat Telkomsel sebenarnya ada sekitar 200 unit. Tapi 40 di antaranya ditempatkan di wilayah Jabotabek, ini yang akan dioptimalkan untuk support Natal dan Tahun baru," lanjutnya.
(ndr/ash)