Operator yang sepekan lalu mendeklarasikan broadband city ke-200 di Mataram, NTB, mencatat pertumbuhan customer base periode November 2012 di Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, sebanyak 16 juta pelanggan. Sedangkan di Regional Kalimantan pada periode yang sama membukukan 12,3 juta pelanggan.
Di kedua regional itu, pelanggan prabayar menyumbang pertumbuhan 28,1 juta pelanggan. Sedangkan sisanya, berasal dari pelanggan pasca bayar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan gencarnya pembangunan BTS 3G di 2012, pengguna layanan data juga mengalami peningkatan signifikan. Layanan broadband dan BlackBerry di area Sulawesi, Maluku dan Papua misalnya, meningkat tajam lebih dari 100%.
"Pelanggan meningkat 135% atau sekitar 400 ribu pelanggan baru," ujar Andrias.
Dalam kesempatan yang sama, Head Of Sales & Customer Care Sulawesi dan Papua Division Hendro Tri Cahyono menambahkan, Telkomsel menjadi leader di area Pamasuka dalam penguasaan pangsa pasar.
"Di area Pamasuka, market share kami mencapai angka sekitar 75%," klaim Hendro.
Dalam sebelas bulan terakhir hingga minggu awal Desember lalu, Telkomsel telah membangun 11.000 BTS baru atau sekitar 1.000 BTS per bulan, dengan komposisi 50% di antaranya adalah BTS 3G. Tahun depan, rencananya akan menambah lagi 12.000 BTS, dimana 70 persen diantaranya adalah BTS 3G.
Total sejak beroperasi 1995 lalu, Telkomsel telah membangun 54.000 BTS di seluruh Indonesia dengan 15.000 di antaranya adalah BTS 3G yang melayani 54 juta pengguna data broadband dari total 122 juta pelanggan. Definisi broadband city sendiri adalah kota-kota yang sudah terlayani jaringan broadband Telkomsel dengan kecepatan akses minimal 512 kbps.
Usai broadband city ke-200 di Mataram, Telkomsel masih akan terus memperluas akses telekomunikasi data pita lebar seluler ini hingga ke daerah-daerah terpencil, mulai dari Lhokseumawe, Aceh, hingga Sorong, Papua. Di 2014 nanti, pembangunan broadband city ini sudah akan menjangkau hingga 470 kota di Indonesia.
(rou/rou)