Memang, tugas komisaris adalah untuk mengawasi kinerja jajaran direksi, termasuk performa seorang dirut. Mereka pun biasanya lebih banyak beraksi di balik layar ketimbang mengurusi operasional perusahaan.
Jadi dengan posisinya saat ini, Alexander Rusli bisa dibilang diminta untuk 'turun gunung' untuk menjalankan roda bisnis operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex juga pernah menjabat sebagai komisaris independen di Krakatau Steel dan menjadi staf ahli di Kementerian BUMN. Tak tanggung-tanggung, di kementerian ini ada 140 BUMN dan lebih dari 500 anak perusahaan yang harus diawasi.
Lebih melongok ke belakang, Alex juga sempat menjadi staf ahli di Kementerian Komunikasi dan Informati (Kominfo) kala posisi menteri dipegang oleh Sofjan Djalil. Sofjan juga yang menarik Alex kala ia menjabat sebagai Menteri Negara BUMN.
Seperti diketahui, Alex baru saja terpilih sebagai Direktur Utama & CEO Indosat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dipimpin oleh Seikh Abdulah Mohammed Al-Thani, Komisaris Utama Indosat dari Qatar Telecom.
"Perpindahan tampuk pimpinan itu akan berlaku efektif per 1 November 2012," demikian keterangan Indosat dalam RUPSLB yang berlangsung di kantor pusat Indosat, Senin (17/9/2012).
Selain perubahan posisi Dirut, susunan Dewan Komisaris juga terjadi sedikit penambahan dengan masuknya Rudiantara sebagai Komisaris Independen, efektif per 1 November 2012. Rudiantara sendiri bukan orang baru di dunia telekomunikasi. Ia telah lama malang melintang menempati posisi puncak di Telkomsel dan XL.
(ash/tyo)