Alex Xin, General Manager Government Relation Departement Huawei, mengatakan imbal balik yang dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Indonesia, tak melulu fokus pada kegiatan sosial saja. Namun juga untuk setiap kegiatan keilmuan yang bisa mempererat hubungan baik antara Indonesia dan China.
Salah satu contohnya, membawa mahasiswa berprestasi dari Indonesia untuk menggali ilmu seputar teknologi yang dikembangkan oleh Huawei, langsung dari markas besarnya di China. Kali ini yang beruntung mendapat pengalaman berharga itu adalah empat mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di China, keempat mahasiswa ITB yang sebelumnya magang di kantor Huawei Indonesia itu, akan dijejali berbagai pengetahuan seputar teknologi komunikasi. Selain itu mereka juga diberi bimbingan agar lebih mengenal budaya dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar agar bisa sukses di kemudian hari.
"Inilah tujuan mereka dibawa ke China, agar bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang," tutur Alex yang memimpin rombongan mengunjungi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China.
Kedubes Indonesia untuk China, Imron Contan, yang menyambut para mahasiswa beserta rombongan dari Huawei, menyambut baik inisiatif dari raksasa teknologi tirai bambu itu untuk membangun hubungan bilateral.
"Huawei makin dikenal secara diplomatik, dan pertukaran ilmu antara Huawei dengan mahasiswa Indonesia merupakan salah satu bukti hubungan bilateral yang baik," kata Imron.
Selain mengunjungi KBRI di China, keempat mahasiswa ITB juga dijadwalkan untuk menghadiri kuliah umum yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Tsinghua University, Beijing, pada tanggal 23 Maret 2012.
(rou/rou)