Ketua Umum Serikat Pekerja (Sepakat) Telkomsel, Achsinanto Risantosa, tak menampik jika aksi mogok massal ini benar-benar terjadi maka dapat berpengaruh negatif terhadap layanan Telkomsel.
Sebab, anggota Sepakat yang bakal turun ke jalan guna menyuarakan tuntutannya diprediksi mencapai 2.500 karyawan yang berasal dari berbagai bagian lini kerja. Nah, Telkomsel sendiri adalah operator seluler terbesar di Tanah Air yang telah memiliki lebih dari 100 juta pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga heran, kenapa BOD (board of director) dan BOC (board of commisoner) mengambil risiko-risiko seperti itu? Mereka kan harusnya lebih mengerti dampaknya," lanjutnya kepada detikINET, Rabu (9/11/2011).
Di sisi lain, Ricardo Indra, GM Corporate Communication Telkomsel, berpendapat sedikit berbeda. Ia justru optimistis dengan adanya perbedaan pendapat internal ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional di anak usaha Telkom itu untuk dapat memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
"Telkomsel menginginkan penyelesaian terbaik yang dapat ditempuh antara manajemen dengan karyawan yang diwakili serikat pekerja," pungkasnya.
Hingga saat ini, titik temu di antara Sepakat dan manajemen memang belum tercapai. Namun kesempatan yang mungkin terakhir datang pada sore nanti ketika pengurus Sepakat dijadwalkan bertemu dengan Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
"Rencananya, pada sore ini sekitar pukul 15.00 WIB kita dijadwalkan untuk bertemu dengan Dirut (Sarwoto Atmosutarno-red.). Nanti kita lihat apa yang akan disepakati," tukas Achsinanto.
Beberapa point sedianya telah dikumandangkan karyawan Telkomsel yang mengancam mogok. Namun satu yang paling prinsipil adalah tuntutan pelunasan janji dari pihak manajemen terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2 di antara karyawan dengan manajemen Telkomsel yang belum terpenuhi sejak pertengahan tahun 2010 silam.
(ash/rns)