Sejak mendapat lisensi sebagai penyelenggara layanan e-money dari Bank Indonesia, 2009 lalu, pengguna T-Cash terus tumbuh mencapai 5,5 juta pelanggan. Melihat tren penggunaan ponsel sebagai alat pembayaran elektronik, Telkomsel pun optimistis jumlahnya bisa naik menjadi 8 juta.
"Pelanggan T-Cash ini kami perkirakan akan tumbuh sekitar 15 persen per tahun," ujar Deputi Vice Presiden Corporate Secretary Telkomsel Aulia E Marinto, dalam acara Seluler Media Update di gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Selasa (28/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
T-Cash merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan Telkomsel melakukan transaksi seperti belanja di toko, membayar tagihan, transfer sejumlah dana, kapan saja di mana saja melalui ponsel.
"Lewat T-Cash, ponsel pelanggan bisa berfungsi layaknya dompet penyimpan uang yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi secara elektronik atau e-money," kata Bambang.
Layanan berbasis mobile wallet ini merupakan salah satu solusi masalah transfer uang maupun bertransaksi secara elektronik melalui ponsel secepat mengirim SMS dan langsung dapat melakukan penarikan tunai di yang bekerjasama dengan T-Cash.
Bambang menambahkan, saat ini Telkomsel telah bekerjasama dengan sekitar 471 merchant dengan jumlah terminal T-Cash sekitar 12.204 unit di seluruh Indonesia.
"Kita tidak membatasi jumlah mitra merchant, lebih banyak yang bergabung dengan layanan T-Cash akan lebih bagus karena pelanggan Telkomsel akan memlikiki lebih banyak pilihan dalam bertransaksi," ujarnya.
Sementara Aulia mengatakan, empat faktor yang harus diutamakan dalam menyelenggarakan jasa e-money, yaitu keamanan, efisiensi, akses dan proteksi konsumen.
"Untuk itu, Telkomsel sebagai pelopor layanan e-money berbasis ponsel harus memiliki strategi dengan sesering mungkin melakukan sosialisasi dan edukasi terutama ke sejumlah daerah," tandas Aulia.
(rou/fyk)