Demikian diungkapkan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah usai peresmian konsep baru Plaza Telkom di Lembong, Bandung. Menurutnya, dibandingkan dengan sektor yang lain, sektor telekomunikasi merupakan penyumbang terbesar dalam deflasi di negeri ini.
"Yang lain seperti listrik, tol dan lainnya naik tarifnya, itu otomatis menyumbang inflasi. Satu-satunya yang tidak naik ya telekomunikasi. Jika dibandingkan dengan tahun 2007, kita sudah menurunkan tarif sampai 70 persen loh," katanya kepada detikINET, Kamis (1/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyumbang terbesar dalam penurunan tarif telekomunikasi, dijelaskan oleh Rinaldi adalah seluler. Hal ini wajar saja. Pasalnya kompetisi di seluler yang kian ketat memaksa para operator untuk menurunkan tarifnya demi merayu pelanggan.
"Saat ini, tarif seluler di Indonesia nomor dua termurah tapi dengan kualitas yang prima. Ini kan prestasi yang luar biasa," tegasnya.
Disinggung mengenai rencana kenaikan tarif, Rinaldi justru menegaskan bahwa tarif telepon tidak akan naik. Bisa saja tetap atau bahkan turun.
"Kemungkinan turun yang ada. Karena tarif telekomunikasi tidak ditentukan oleh pemerintah. Tapi berdasarkan situasi dan kompetisi. Kita sumbang pada deflasi saja, jangan inflasi," tandasnya.
Β
(afz/ash)