"Beliau sudah menjadi pejabat eselon II di Postel. Harus di dalam (Kominfo-red.) dulu, setelah itu baru bisa menjadi Plt Dirjen Postel," ujar Tifatul, ketika ditemui usai XL Award, di Hotel Gran Melia Jakarta, Kamis (1/4/2010).
Memang, Budi bukanlah orang dalam Kominfo. Ia sebelumnya memegang posisi sebagai Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Β
Lantaran alasan teknis inilah Menkominfo sempat batal melantik Budi untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Postel yang baru beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber yang sangat dekat dengan kalangan Kementerian Kominfo, penundaan pelantikan ini karena masih ada syarat yang kurang. "Kalau PLT harus sedang menjabat di Kominfo, misal eselon dua dulu atau eselon satu lainnya. Tapi kalau sudah di TPA (tim penilaian akhir) presiden, definit dipilih presiden itu bisa saja. No problem bukan PLT lagi," demikian menurutnya.
Nah, karena 'alasan teknis' inilah sepertinya Budi sengaja 'dititipkan' terlebih dahulu di jajaran pejabat eselon II Kominfo. Sehingga misi untuk menempatkan Budi sebagai pengganti Basuki Yusuf Iskandar -- Sekjen Kominfo dan Plt Dirjen Postel saat ini -- dapat terealisasi.
(ash/wsh)