"Operator manapun yang masih menawarkan SMS lintas operator gratis itu melanggar kesepakatan. Dan kita sedang mengumpulkan laporan-laporan dan temuan," tegas anggota komite BRTI Heru Sutadi kepada detikINET, Kamis (4/3/2010).
Terkait dugaan masih adanya pelanggaran kasus ini, sang regulator juga mengaku telah berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). "BRTI sudah koordinasi dengan KPPU, Rabu kemarin," ujar Heru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemanggilan diagendakan minggu depan. Semua akan dipanggil kembali terutama Indosat, Telkomsel, XL Axiata dan Hutchison CP Telecom," ungkap Heru.
Belum lama ini, Stefan, salah satu pelanggan Telkomsel mengaku mendapat penawaran SMS gratis off-net. Bunyinya: "Plg Yth, terimakasih atas kepercayaan Anda thd kartu prabayar Telkomsel, nikmati GRATIS 50 SMS ke operator lain (XL,ISAT,dll). Berlaku hr ini & besok."
Ketika dikonfirmasi, General Manager Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra, mengakui penawaran SMS gratis lintas operator tersebut datang dari pihaknya. Namun menurutnya, penawaran itu hanya untuk sementara waktu demi mengantisipasi langkah kompetitor.
"Kami menghadapi fakta dan situasi di lapangan yang demikian kompleks sehingga dipandang perlu merespon market dengan program yang dinamis (temporer sifatnya) sesuai dengan lingkungan yang sedang terjadi saat ini," Indra memulai penjelasan.
"Mengapa Telkomsel yang sebelumnya bersemangat mengkampanyekan larangan SMS gratis antaroperator justru sekarang mengadakan program ini? Begini, kami perlu untuk setiap saat mencermati perkembangan kompetisi dan pasar serta meresponnya secara proporsional sesuai kebutuhan," lanjut dia.
"Artinya, Telkomsel merespon situasi dan fakta yang terjadi di lapangan. Semoga bisa mengambil sisi positifnya dan ada komparasi dengan apa yang dilakukan operator lain," kata Indra.
Operator seluler lainnya ketika dikonfirmasi, mengelak untuk mengakui adanya dugaan telah melanggar kesepakatan untuk tidak menawarkan SMS gratis lintas operator.
"ββDi Indosat tidak ada yang gratis. Pelanggan tetap harus bayar Rp 150 untuk 100 SMS," kata Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro.
Hal yang sama dinyatakan Head of Corporate Communication XL, Febriati Nadira. Menurutnya, XL telah berupaya untuk mematuhi peraturan yang berlaku dengan tidak menggunakan kata "gratis" pada materi promo untuk komunikasi ke pelanggan.
"Selain itu kami juga menghentikan program promo SMS gratis untuk off-net. Yang kami tawarkan saat ini adalah paket-paket SMS dengan harga terjangkau yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pelanggan XL," jelas dia.
Sementara Chief Commercial Officer Hutchison, Suresh Reddy, belum memberikan jawaban sejak dimintai konfirmasi lewat divisi humasnya.
Beberapa waktu lalu, seluruh operator telekomunikasi di Indonesia sepakat untuk menghentikan layanan SMS gratis lintas operator yang ditawarkan kepada para pelanggan terhitung mulai 13 Februari 2010.
Penghentian layanan itu disepakati seluruh operator dalam pertemuan bersama BRTI dan Ditjen Postel Kementerian Kominfo di Gedung Sapta Pesona Postel, sehari sebelumnya.
Alasan dari penghentian layanan ini karena SMS masih menerapkan pola tarif sender keep all (SKA) yang artinya hanya operator pengirim pesan saja yang mendapat keuntungan, sementara operator penerima pesan hanya mendapat beban jaringan saja tanpa kebagian pemasukan.
Program SMS gratis off-net memang diakui cukup ampuh untuk mengatrol jumlah trafik dan jumlah pelanggan dibandingkan saat menawarkan program telepon gratis antarsesama pelanggan.
"Waktu di east region, di satu kota kita bisa dapat pelanggan baru hampir 10 kali lipat dan revenue 4-5 kali lipat karena program SMS gratis off-net yang kami tawarkan. Sedangkan saat kami menawarkan telepon gratis, responnya masih kurang," jelas Vice President Sentral Region XL, Kencono Wibowo.
Sejumlah pengamat juga menilai, program SMS gratis dinilai lebih efektif bagi operator, khususnya operator dengan basis pelanggan 10 juta ke bawah, dibanding program gratis telepon untuk sesama pelanggan.
Saat ini dua operator dengan basis pelanggan 10 juta ke bawah yang menawarkan program bonus bicara ke pelanggannya adalah Bakrie Telecom dan Natrindo Telepon Seluler.
(rou/ash)