"Tak ada negara yang rugi ketika memutuskan untuk berinvestasi pada SDM (sumber daya manusia)," ujar Tifatul di workshop Nasional Konvergensi Jaringan dan Layanan Telekomunikasi yang digelar di Grha Citra Caraka, Rabu (9/12/2009).
Sebab, lanjutnya, di lingkungan pendidikan inilah sejumlah SDM yang berkualitas tercipta. Jadi, tak bisa ditampik eksistensinya untuk membantu memberi masukan kepada pihak industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disuarakan Djamhari Sirat, Ketua Pusat Riset Teknologi Universitas Indonesia. Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dan operator adalah sesuatu yang wajar untuk menyongsong era konvergensi dan next generation network (NGN).
"Konvergensi dan NGN sendiri juga tak bisa dihindari, karena melihat ARPU (average revenue per unit), capex (capital expenditure) dan opex (operational expenditure) yang semakin tinggi," lanjutnya.
UI sendiri saat ini aktif dalam Forum Konvergensi Telekomunikasi (Konvertel) yang dimotori Telkom, Telkomsel, Indosat, IM2, dan XL Axiata.
Forum ini berupaya melakukan studi dan menyepakati pola migrasi bersama agar tercipta kerjasama bisnis yang sehat, serta dapat mengusulkan pola infrastruktur sharing kepada regulator. (ash/faw)