Karenanya, krisis juga berdampak pada penurunan pelanggan seluler yang menggunakan teknologi global satellite for mobile (GSM). Demikian diungkap Erik Meijer, Wakil Dirut Bakrie Telecom, kepada detikINET usai peresmian Taman Citarum, Bandung, Rabu (17/6/2009).
"Karena krisis, pelanggan GSM (seluler, red) turun. Mereka lari ke CDMA (fixed wireless access atau FWA, red) karena CDMA menawarkan tarif lebih murah daripada GSM. Saat kondisi krisis seperti ini masyarakat akan mengalihkan alokasi biaya komunikasi ke kebutuhan lainnya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bakrie Telecom sendiri memiliki delapan juta pelanggan FWA secara nasional. Dan satu juta di antaranya berada di Bandung.
"Dilihat dari total pelanggan kita saat ini bisa dipilah sepertiga pelanggan belum pernah menggunakan ponsel sama sekali, sepertiga pelanggan adalah pelanggan GSM yang beralih ke Esia serta sepertiga pelanggan adalah pelanggan GSM yang menambahkan Esia sebagai alat komunikasi," jelasnya.
Menurutnya walaupun banyak yang memprediksikan tahun ini adalah tahun yang sangat sulit untuk dunia usaha, dirinya yakin bisa meraup pasar lebih banyak. Erik cukup optimistis menyambut pasar karena triwulan kedua sudah kelihatan mulai membaik.
"Tapi memang tiap tahun polanya seperti itu. Drop di triwulan pertama dan mulai bangkit di triwulan ke dua. Karenanya kita siap sambut pasar," pungkasnya.
Β
(afz/rou)