"Kami tak bisa jalan sendiri. Itu sebabnya kami mengundang vendor teknologi. Kami juga butuh dukungan dari pemerintah lewat BTIP (Balai Telekomunikasi Infrastruktur Pedesaan). Jadi keberhasilan USO tidak tergantung Telkomsel saja," jelas Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel yang baru, usai penandatanganan kontrak USO paket 1, 3, dan 6 di gedung Depkominfo, Jakarta, Rabu (4/2/2009).
Telkomsel mengalokasikan dana belanja capital expenditure (capex) Rp 600 miliar dan operational expenditure (opex) Rp 400 miliar selama setahun untuk membangun infrastruktur 31 ribu desa. Dana tersebut digunakan untuk membangun 24.051 sambungan layanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sendiri menyediakan anggaran USO sebanyak Rp 1,622 triliun. Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, anggaran tersebut baru akan cair setelah Telkomsel berhasil membuktikan kinerja pembangunan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
"Dana akan cair sepuluh persen setelah Telkomsel berhasil lulus uji laik operasi (ULO), kemudian pembayaran akan dilakukan setiap tiga bulan setelah menunjukan performansi kinerja pembangunan. Namun untuk tahap awal, mereka harus menggunakan modal sendiri," tukas Gatot.
Menkominfo Mohammad Nuh berharap, Telkomsel dapat memulai segera pembangunan USO. "Tidak harus minggu depan atau bulan depan, kalau bisa hari ini juga. Ini demi kemerdekaan bersama, karena saudara kita yang dipelosok telepon saja belum masuk."
(rou/ash)