Maka tak salah juga jika pada akhirnya operator yang baru hadir di pasaran November 2007 lalu ini, berharap banyak akan kemurahan hati Qualcomm selaku pemilik lisensi teknologi chipset CDMA.
"Kami harap saat handset triple band Qualcomm sudah beredar luas di pasaran pada kuartal ketiga tahun ini, entry barrier untuk produk kami sudah bisa mulai teratasi," kata Tom Alamas Dinharsa, head of VAS and Business Development Smart Telecom, di Planet Hollywood, Jakarta, Kamis (15/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entry barrier ponsel juga diakui Tom sebagai penyebab kurang dahsyatnya pertumbuhan pelanggan. Tahun lalu, pelanggan Smart tumbuh 1,5 juta nomor. Dibandingkan dengan operator seluler lainnya yang menggunakan teknologi GSM, misalnya saja Axis milik Natrindo Telepon Seluler, pertumbuhan pelanggan Smart bisa dibilang cuma separuhnya saja.
"Smart tidak seperti seluler GSM yang ponselnya banyak beredar bebas di pasaran. Namun, setelah handset triple band Qualcomm sudah beredar di pasaran, kami sudah bisa jualan RUIM card tanpa perlu suntik nomor dalam ponsel bundling," pungkas Tom.
Smart sendiri hingga akhir tahun ini menargetkan pertumbuhan pelanggan 100 persen dari jumlah 2008 lalu. Salah satu upaya untuk menjaringnya ialah dengan cara menawarkan promosi SMS gratis sepuasnya selama seminggu dengan biaya tertentu ke sejumlah operator seluler di luar negeri. (rou/wsh)