BUMN telekomunikasi ini meminta syarat waktu pembangunan untuk USO paket 4 dan 5 yang menaungi ketiga wilayah tersebut diubah jadi dua tahun.
Kata VP Public and Marketing Commnication Telkom, Eddy Kurnia, tambahan waktu tersebut dengan berat hati diminta pihaknya karena kondisi desa yang jadi sasaran USO paket 4 dan 5 merupakan daerah pegunungan yang terisolasi serta memiliki keterbatasan akses ke lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkom, lanjut Eddy, telah melakukan penelitian ke lokasi yang ditetapkan dalam USO dengan menggunakan teknologi GPS maupun survey secara sampling.
Berdasarkan observasi tersebut, mereka menemukan tingkat kesulitan yang sangat tinggi yang berakibat sulitnya melakukan distribusi dan pengelolaan logistik. Sehingga untuk menuntaskan seluruh paket 4 dan 5 secara realistis akan membutuhkan waktu yang lebih panjang.
"Kami juga telah melakukan benchmark ke beberapa negara yang juga menyelenggarakan USO," kata Eddy.
Telkom memandang syarat yang diajukannya untuk mengikuti tender USO sebagai sesuatu yang wajar. Jika kemudian syarat yang diajukan ini menjadi penyebab gugurnya Telkom dalam kualifikasi teknis tender, menurut Eddy, sepenuhnya merupakan kewenangan panitia tender.
"Keikutsertaan Telkom sendiri dalam tender paket 4 dan 5 sudah menunjukkan itikad baik, karena ternyata tidak ada satu pun operator lain selain Telkom Group yang ikut dalam tender untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau tersebut," tandasnya demikian.
(rou/rou)