Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di Mana 'Ibu Kota' Spam Dunia?

Di Mana 'Ibu Kota' Spam Dunia?


- detikInet

Swiss - Spam alias e-mail sampah adalah makanan sehari-hari para pengguna e-mail. Bagi yang ingin tahu negara penerima spam terbanyak di dunia pada bulan Juli, biro penelitian MessageLabs mengungkap bahwa jawabannya adalah Swiss.

Dilansir PeriscopeIt dan dikutip detikINET, Selasa (2/9/2008), status tak menyenangkan itu disandang Swiss ditengarai karena tersebar luasnya internet berbandwidth tinggi, banyaknya perusahaan top serta kulturnya yang multi bahasa.

Menurut MessageLabs, persentase rata-rata spam global mencakup 75,1 persen dari e-mail yang terkirim. Namun di Swiss, dari keseluruhan e-mail yang lalu lalang, 84,2 persen di antaranya adalah spam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, spammer biasanya membidik perusahaan-perusahaan besar. Karena itu, dengan banyaknya perusahaan keuangan atau farmasi di Swiss, penobatannya sebagai 'ibu kota' spam dianggap tak begitu mengejutkan.

"Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling umum, spammer makin sering memakai bahasa lokal. Dan dengan empat bahasanya, Swiss makin diminati para spammer," demikian analisis dari Paul Wood, analis senior di MessageLabs.

Selain itu terungkap bahwa dalam satu dari 60 e-mail yang beredar di Swiss mengandung virus. Persentase ini lebih tinggi dari angka rata-rata global, dimana 'hanya' satu dari 148 e-mail yang lalu lalang terkontaminasi virus.

Ingin tahu info seru seputar keamanan internet?Gabung segera di detikINET Forum! (fyk/ash)




Hide Ads