Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Protes AS dan Israel, Situs PBB Di-hack

Protes AS dan Israel, Situs PBB Di-hack


- detikInet

New York - Situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), www.un.org sempat dibajak oleh para hacker. Di situs tersebut sempat terdapat pesan protes terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.Halaman situs yang ditujukan untuk memuat pernyataan resmi dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menjadi halaman yang disusupi pesan hacker. Pesan itu menghilang kurang lebih pada pukul 20.00 WIB hari Minggu, 12 Agustus 2007. Pesan itu berbunyi: 'Hacked By kerem125 M0sted and Gsy That is CyberProtest Hey Ysrail and Usa dont kill children and other people Peace for ever No war (Di-hack oleh kerem125, MOsted, dan Gsy yang memprotes melalui internet agar Ysrail dan Usa tidak membunuh anak-anak dan sesama manusia. Damai selamanya. Jangan berperang).'"Kami sangat memperhatikan kejadian ini dan sedang menginvestigasinya. Kami juga akan meningkatkan keamanan untuk mencegah hal ini terulang kembali," tanggap juru bicara PBB, Alex Cernigala seperti dikutip detikINET dari AFP, Senin (13/8/2007).Dari penelusuran nama-nama hacker, ditemukan situs para pelaku yaitu www.mOsted.org. Dalam situs ini disebutkan bahwa pembajakan situs PBB merupakan bagian dari protes cyber mereka yang menandaskan bahwa pihak yang kuat tidak berhak menindas yang lemah. Serangan ini disebut-sebut diawali oleh hacker berinisial Eno7 dan Byond Crew Hack Team, kemudian dilanjutkan oleh trio kerem125, mOsted, dan Gsy. Hacker Eno 7 yang menyebut dirinya ahli keamanan Teknologi Informasi mengatakan dalam situsnya bahwa kegiatan hacking mereka bermula setelah serangan Israel atas Lebanon tahun lalu."Pelaku utama serangan ini adalah saya, Eno 7 dari Turki, serta tim Byond dari Chili. Kami memperluas serangan setelah hacker dari sembilan negara ikut bergabung," sebut Eno 7.Mereka sengaja menargetkan situs intitusi penting agar pesan mereka didengarkan. Termasuk beberapa universitas di Israel dan Amerika Serikat. Selain itu, beberapa situs yang diklaim telah menjadi korban mereka adalah Yahoo Korea, MSN Italia, Coca Cola, Sony, Renault, dan Toyota. (fyk/wsh)







Hide Ads