'Tidak Ada Browser yang Aman'
- detikInet
Jakarta -
"Meski Anda menggunakan Firefox, Internet Explorer (IE), Maxthon atau Opera, tetap saja tidak ada browser yang aman." Pernyataan tersebut dikatakan Symantec dalam ajang Internet Security Threat Report yang diadakan dua kali dalam setahun.Dalam kesempatan tersebut Symantec menunjukkan serangan terhadap browser, bukan lagi berfokus pada Internet Explorer.Meski IE masih memiliki persentase serangan tertinggi diantara browser lainnya, tetapi dalam enam bulan pertama celah yang terdapat dalam Mozilla Firefox jauh lebih besar daripada milik IE. Firefox memiliki 47 celah, sedangkan IE hanya memiliki 38 celah. Jumlah serangan IE sendiri masih memiliki persentase sebanyak 47 persen. "Untuk melindungi browser dari serangan, Symantec menyarankan penggunanya untuk terus meng-upgrade patch browser terbaru," tutur Symantec menyarankan.Symantec juga menambahkan, Apple Safari pun tidak kebal dengan serangan keamanan. Dalam periode enam bulan pertama Apple Safati memiliki 12 celah kemanan. Meski menempati posisi tertinggi dalam urusan celah, tetapi Mozilla merupakan browser yang memiliki respon patch paling cepat. Rata-rata patch yang dikeluarkan Mozilla adalah satu hari setelah diumumkan pada publik. Kemudian diikuti Opera yang menempati peringkat kedua dengan rata-rata dua hari. Apple menempati peringkat ketiga dengan rata-rata mengeluarkan patch setelah tiga hari diumumkan ke publik. Sementara Microsoft membutuhkan waktu sekitar sembilan hari. Demikian dikutip detikINET dari BetaNews, Rabu (27/9/2006). (oyd)
(oktoria/oktoria)