Perusahaan Game Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber, Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

Perusahaan Game Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber, Ini Sebabnya

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 11 Agu 2022 21:42 WIB
Sejarah Esports: PC Gaming
Foto: (Tech Loot)
Jakarta -

Transaksi mikro di game diprediksi akan mencapai angka USD 106,26 miliar pada 2026. Ini menjadikan perusahaan game menjadi target empuk para penyerang siber.

Hal ini terungkap dari laporan State of the Internet terbaru Akamai, yang mengupas lonjakan serangan siber terhadap aplikasi web di industri gaming yang mencapai lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir.

Dalam laporan tertajuk State of the Internet - Gaming Respawned tersebut, serangan-serangan ini berpangkal dari meroketnya popularitas dan permintaan platform game cloud.

Serangan terhadap aplikasi web di sektor gaming membuat akun para pemain game akan berisiko dibobol oleh pelaku kejahatan siber. Alhasil, penjualan akun game dan pencurian informasi pribadi, termasuk data kartu kredit, kembali marak.

Dari laporan ini, terkuak fakta bahwa 37% dari total serangan DDoS merongrong industri gaming. Angka ini begitu besar karena persentasenya melampaui sektor finansial di posisi kedua dengan 22%.

Temuan lain yang diuraikan dalam State of the Internet - Gaming Respawned mencakup:

  • Serangan terhadap aplikasi web di sektor gaming melonjak 167 persen antara Kuartal 1 2021-Kuartal 1 2022 yang memengaruhi jutaan akun pemain video game di seluruh dunia.
  • Negara yang menjadi target utamanya adalah Amerika Serikat, diikuti Swiss, India, Jepang, Inggris, dan negara lain di Eropa dan Asia.
  • Perusahaan gaming mengalihkan operasinya ke cloud sehingga menjadi ladang baru yang menggiurkan bagi para peretas.
  • Transaksi mikro yang lazim di industri gaming menjadi sarana bagi para penjahat untuk beraksi tanpa terendus dengan menyasar kemampuan finansial pemain game.

"Biasanya, pelaku kejahatan siber mengincar live service dan kredensial bersama untuk mencuri aset gaming. Selain itu, seiring merambahnya industri gaming ke teknologi cloud, ada potensi ancaman baru yang dimanfaatkan pelaku kriminal untuk menyasar pemain anyar. Laporan anyar kami yang bertajuk State of the Internet - Gaming Respawned membeberkan alasan dan fakta menjamurnya tindak kriminal, kecurangan, dan pencucian uang di industri gaming dewasa ini," jelas Jonathan Singer, Senior Strategist Akamai untuk Industri Media & Hiburan, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (11/8/2022).



Simak Video "Kena Serangan DDoS, 'Duckie Land' Pastikan Aset Kripto User Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT