Waspada, Tren Phising Meningkat di Kuartal Kedua 2022

ADVERTISEMENT

Waspada, Tren Phising Meningkat di Kuartal Kedua 2022

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 07 Agu 2022 17:12 WIB
Young woman holding hacked smartphone.
Foto: Getty Images/iStockphoto/cokada
Jakarta -

Indonesia Anti-Phising Data Exchange (IDADX) mengungkapkan laporan terbaru tren phising domain .id yang terjadi di Indonesia. Hasilnya, tren phising mengalami peningkatan pada Q2 2022 ini.

Sebagai informasi, phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data pribadi korban, mulai dari nama, usia, alamat, akun, dan berbagai data sensitif. Salah satu contoh phising, yakni korban diiming-imingi klik suatu link yang bisa datanya dicuri.

IDADX mengatakan bahwa pada kuartal kedua (Q2) terdapat sebanyak 5.579 laporan phishing, di mana sektor bisnis yang paling banyak menjadi sasaran, yaitu lembaga/layanan keuangan.

Jumlah laporan phishing yang disampaikan kepada IDADX dalam kuartal II 2022 sebanyak 5.579 laporan. Angka ini meningkat 1.637 laporan phishing dibandingakn kuartal I 2022," kata Deputi Pengembangan Riset Terapan, Inovasi dan Teknik Pandi Muhammad Fauzi dalam pernyataannya.

Bila dilihat per bulannya, maka pada April 2022 ada sebanyak 2.122 laporan, di Mei 2022 ada 1.693 laporan, kemudian di Juni 2022 sebanyak 1.764 laporan.

Sedangkan berbicara soal negara, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara yang meng-hosting situs phishing domain .id selama kuartal II 2022, diikuti Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Ukraina, dan Kanada.

"Sektor industri yang paling ditargetkan dalam serangan phishing, yaitu lembaga keuangan sebesar 41%, diikuti sektor e-commerce/ritel sebesar 32%," tutur Fauzi.

Sementara itu, disebutkan dalam laporan tersebut bahwa untuk kurun waktu lima tahun hingga 30 Juni 2022, terdapat 44.279 laporan tren phishing domain .id dikumpulkan pada dashboard IDADX.

"Kami mengumpulkan data phishing dari beberapa sumber data, keanggotaan Idadx, laporan masyarakat, dan Netcraft. Selain itu, kami juga mengumpulkan data dari APWG (anti-phishing working group)," jelasnya.

"Kami juga akan meningkatkan fitur dan kinerja Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) sehingga dapat memberikan informasi phishing yang lebih akurat untuk masyarakat," pungkas dia.

IDADX adalah sebuah inisiasi untuk meningkatkan keamanan siber nasional dengan memfasilitasi respon global terhadap kejahatan internet di sektor pemerintah, penegakan hukum, industri, dan komunitas internet.

Adapun, IDADX ini dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) yang didirikan pada Agustus 2021.



Simak Video "Pemerintah Bentuk Timsus Urus Bjorka, Ruby Alamsyah: Seperti Gajah Lawan Semut"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT